MARIO

MARIO

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 7, 2019
"Lo ngomong apa?" tanya dara. "Gw suka lu dar" balas mario. "Lo bercanda kan". Ucap dara " gw serius".ucap mario meyakinkan Dari sekian banyaknya wanita yang mario deketin cuman dara yang bisa ambil hati mario sepenuhnya. Jadi apa cinta seorang playboy seperti mario diterima oleh dara atau bahkan tidak?
All Rights Reserved
#273
mario
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Milan
  • Save Us (Tersedia di play store)
  • Aku Di Antara Kamu Dan Dia (Complite)
  • Start With You
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • Prestige
  • [1] ARJ || SAD ENDING [Completed]
  • Bad Girl VS Bad Boy *Sudah Terbit
  • REVANARA
  • Maura
Milan

[TERSEDIA DI TOKO BUKU] #1 in teen fiction(18/11/17) Milan dingin, kata orang hatinya membeku seperti es. Tapi menurutku Milan itu seperti es krim. Dia memang dingin, bahkan boleh dikatakan beku. Namun seperti halnya es krim, saat sudah meleleh baru akan terasa manisnya -Damara **** Damara Kinanti, masih kelas 10 SMA. Cantik, tapi agak pendek bahkan kata orang Damara masih terlihat seperti anak SMP dengan wajah polos dan tubuh kecilnya. Meskipun badannya kecil, Damara punya keberanian yang sangat besar untuk menyukai seorang Milan Arega, kakak kelasnya. Most wanted sekaligus bad boy paket komplit: Luar biasa tampan, populer dan kaya. Tapi sikap Milan terlampau dingin. Terutama tentang cinta dan perempuan. Sang most wanted tidak pernah melirik para gadis yang menyukainya sedikit-pun. Bagi Milan cinta hanya omong kosong dan semua perempuan itu sama saja: lemah, merepotkan juga murahan. Hati Milan sudah lama beku. Berbagai macam cara terus Damara lakukan agar Milan bisa menyukai dirinya. Diabaikan, dibilang bagai pungguk merindukan bulan, harus sabar menunggu, dan selalu berjuang sendiri, hanya itu yang selalu diterima Damara. Tapi ingin menyerah pun Damara selalu kalah dengan hatinya, jadi gadis itu terus berjuang. Bertumpu pada sebuah harapan kecil. Damara terus berusaha agar semua angan-angan tentang dirinya dan Milan bisa menjadi nyata. Kini pertanyaannya hanya satu: Dapatkah Damara melelehkan hati Milan yang beku, dan merasakan sebuah akhir yang manis?

More details
WpActionLinkContent Guidelines