Story cover for Kating ku Mesum by Cloudyyybluep
Kating ku Mesum
  • WpView
    LECTURAS 127,808
  • WpVote
    Votos 1,358
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 127,808
  • WpVote
    Votos 1,358
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado ago 11, 2019
Hidup gue yang tadinya mulus dan cerah, seketika berubah ketika ketemu Kakak Tingkatku. Bahkan pada pertemuan pertama kami di Bis, dia sudah grepe-grepe dada gue di BUS. Mau teriak? Pasti. Mau nagis? JELAS. Tapi gue Mahasiswa baru, yang buat dikit kesalahan pasti udah di sinis in kating yang lain, gue gak mau hidup mahasiswa yang gue impi-impiin jadi suram karena di bully kating, gue ga mau malu seumur hidup karena di ejek korban di grepe. Dalam hati gue cuma berharap ga ketemu lagi sama tuh kating yang nodai dada gue. Tapi takdir berkata lain. Ini bukan cerita seperti drama-drama yang bahagia. Ini adalah cerita gue. Cerita yang banyak pahitnya daripada manisnya. Tapi ya, ini juga pengalaman pertama gue, emang awalnya gue shock banget, tapi yaaa rasanya juga hmmm... Udah, langsung baca aja nih cerita nya
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Kating ku Mesum a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#776kampus
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Bawa Aku Pulang (End) de Rizardila
9 partes Concluida
By a True Story Tentang dua anak muda yang menghabiskan waktunya bersama di masa putih abu-abu. -- Ponselku bergetar. Layarnya menyala terang. Nama Widya muncul di sana. "Za. Belum tidur?" Tanyanya dalam pesan itu. Aku melirik jam yang terdapat di sudut kanan atas layar ponsel, mendapati kini sudah jam dua pagi. "Belum, kenapa, Wid?" Aku bertanya balik. "Temenin gue teleponan dong! Gue enggak bisa tidur, nih." Sebenarnya, walau berada di kamar, aku sedang sibuk bekerja dengan komputerku. Namun, sejak mengenalnya delapan tahun lalu, aku selalu saja tidak bisa menolak permintaannya. "Oke." Balasku singkat sebelum akhirnya ponselku berbunyi, ada telepon masuk darinya. "Masih kerja?" Terdengar suaranya di sebrang sana. "Udah selesai, kok." Aku terpaksa berbohong. Padahal, aku mengesampingkan pekerjaanku untuknya. "Kenapa? Kok susah tidur? Emangnya mikirin apaan?" "Enggak tau, nih. Akhir-akhir ini, rasanya susah banget tidur cepet." "Lu kebanyakan tidur siang kali? "Bisa jadi, sih. Soalnya gue tidur bangunnya agak siang. Hahaha. Omong-omong, gue ganggu, enggak?" "Ganggu? Enggak, kok." "Emang lu lagi di mana, Za?" Tanyanya. "Di kulkas." "Hahaha." Ia tertawa. Aku selalu suka mendengar tawanya. "Serius ih! Lu lagi di mana?" "Di rumah, Wid. Kenapa, sih?" "Gapapa, nanya aja." Balasnya. "Oh iya, selain kerja, lu sibuk apa lagi deh akhir-akhir ini, Za?" Tanyanya padaku. Entah apa jawabanku atas pertanyaan itu. Yang jelas, aku bicara dengannya cukup lama. Mulai dari membicarakan soal kesibukan selain pekerjaan, sampai akhirnya membicarakan masa-masa SMA, dulu. Iya, Widya adalah temanku saat masih SMA. Aku mengenalnya sejak delapan tahun lalu. Aku ingat bagaimana aku mulai mengenalnya waktu itu.
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
He's The Boss cover
Puisi Kegagalan cover
The Journey of Miss What (completed) cover
STOP BULLYING!! cover
YEONA GREZALIA // [END] cover
Bawa Aku Pulang (End) cover
Arsyilazka cover
When Mr. Bossy Falling In Love cover

He's The Boss

46 partes Concluida Contenido adulto

18+ Saat ini aku sedang menjadi anak pembangkang yang menerima karma. Aku mengatakannya karena saat ini sedang mengalami kesulitan atas keputusan egois yang ku buat 4 tahun yang lalu. Aku memaksa mengambil jurusan manajemen bisnis disaat tidak ada anggota keluarga atau kerabat yang berada di bidang tersebut. Aku sangat percaya diri karena merasa mempunyai minat dan bakat di jurusan itu namun ternyata di akhir aku tetap harus bersaing. Aku benci mengatakannya tetapi ini sangat menyebalkan karena nilai dan universitas yang bagus ternyata kalah dengan orang dalam. Aku sangat anti dengan orang dalam namun tidak berlaku untuk orangtuaku terutama Bunda. Ia sama dengan ibu-ibu kebanyakan yang merasa malu bila anaknya yang sudah lulus kuliah namun tak kunjung bekerja. Suatu hari ia bertemu dengan klien yang ternyata mempunyai perusahaan besar di kotaku. Sialnya ia melakukan berbagai cara agar aku bisa masuk ke perusahaan itu. Ia mendekatkan aku dengan keluarga dari kliennya yang ternyata mempunyai anak laki-laki sebagai pemimpin perusahaan tersebut. Aku tak percaya saat Bunda memintaku untuk dekat dengannya. Aku ingin menolak namun tidak bisa karena fasilitasku menjadi ancamannya .