SPOGULIS

SPOGULIS

  • WpView
    Leituras 1,571
  • WpVote
    Votos 117
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jun 25, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Teror menyalip wajahnya. Semua semakin memburuk. Hidungnya mengkerut menahan bau alkohol yang sejak tadi menguar kuat dari mulut mereka. Diseret paksa badannya ringkih, kaki mulusnya tergores oleh beberapa benda keras dan tajam entah batu atau apalah tapi goresan itu sangat perih. Seberapapun luka fisik nyatanya luka batin jauh lebih dalam melenyapkannya kedasar jurang dosa tak bertuan. Indira sangat takut bahkan untuk membuka matanya dia enggan tapi tawa mafia mereka sungguh membuat atensinya memusat. Patah arang, untuk berteriak saja rasanya sudah tidak punya tenaga apalagi memberontak. Tiga lawan satu, bisa apa Indira. Remang-remang dari pusat cahaya rollingdoor yang tidak tertutup sosok Al berdiri tegap di luar. Tanpa ekspresi apapun Al menatapnya dingin bahkan membuat uluran minta tolong Indira mengambang diudara. Memilih menonton dirinya dilucuti. Al sukses melancarkan balas dendamnya. Kenapa Al tidak membunuhnya sekalian saja itu akan terlihat lebih baik.
Todos os Direitos Reservados
#2
kisses
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ruined Bitch
  • I Kissed a Billionaire
  • Mr. & Mrs Albrecht
  • BAD LIAR (Completed)
  • Pernikahan yang Dijodohkan
  • LOS ANGELES (family issues)
  • Cold Women (SELESAI)
  • The Gigolo Baby (SELESAI)
  • Kutukan Cinta; Turn On (TAMAT)

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo