SPOGULIS

SPOGULIS

  • WpView
    Membaca 1,563
  • WpVote
    Vote 117
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 25, 2020
Teror menyalip wajahnya. Semua semakin memburuk. Hidungnya mengkerut menahan bau alkohol yang sejak tadi menguar kuat dari mulut mereka. Diseret paksa badannya ringkih, kaki mulusnya tergores oleh beberapa benda keras dan tajam entah batu atau apalah tapi goresan itu sangat perih. Seberapapun luka fisik nyatanya luka batin jauh lebih dalam melenyapkannya kedasar jurang dosa tak bertuan. Indira sangat takut bahkan untuk membuka matanya dia enggan tapi tawa mafia mereka sungguh membuat atensinya memusat. Patah arang, untuk berteriak saja rasanya sudah tidak punya tenaga apalagi memberontak. Tiga lawan satu, bisa apa Indira. Remang-remang dari pusat cahaya rollingdoor yang tidak tertutup sosok Al berdiri tegap di luar. Tanpa ekspresi apapun Al menatapnya dingin bahkan membuat uluran minta tolong Indira mengambang diudara. Memilih menonton dirinya dilucuti. Al sukses melancarkan balas dendamnya. Kenapa Al tidak membunuhnya sekalian saja itu akan terlihat lebih baik.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#87
like
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Billionaire Prison
  • Cold Women (SELESAI)
  • Night In Chicago ♧
  • Ruined Bitch
  • Mr. & Mrs Albrecht
  • LOS ANGELES (family issues)
  • My Husband's Revenge [XANDERS FAMILLY#3]
  • BAD LIAR (Completed)
  • [END] Christopher

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan