Alvean awalnya tidak pernah mengundang seorang Jevi untuk datang kepadanya dan kemudian bermain jungkat-jungkit bersama. Pun hal yang sama terjadi dengan Jevi, ia tidak pernah dengan menyengaja mengikuti arus permainan. Keduanya hanya berjalan sebagiamana hati dan pikiran mereka menuntun. Kondisi tidak bisa disalahkan juga, karena nyatanya mereka menikmati tiap ritme permainan dengan sukarela. Semua berjalan alami, mulai dari gerakan naik kemudian turun ke atas dan ke bawah, bahkan saat obsesi untuk saling menyeimbangkan papan jungkat-jungkin mulai muncul. Mereka menyebutnya cita-cita untuk cinta. Keseimbangan adalah hal yang selalu mereka usahakan dan ingin mereka raih. Awalnya sangat bersemangat, namun jarak yang membentang diantara keduanya membuat Alvean tidak mendengar yang Jevi katakan dan begitu pula sebaliknya. Mereka terjebak dalam ketidakpastian gerakan permainan yang membuat semuanya menjadi sangat sulit. Tenaga mereka hampir habis, tapi jarak masih membentang, dan cita-cita terasa hampa. Ah harusnya mereka berhenti saja.
All Rights Reserved