selembar kertas

selembar kertas

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 11, 2019
Bapak bilang, manusia bisa menjadi mulia karena ilmu yang ia miliki, itu bedanya dengan hewan. Surabaya, tak sedingin dan tak sedamai desa kita pak. tak ada babi hutan yang suka turun gunung dan merusak ladang tapi banyak sekali lubang yang disiapakan untuk menjebak babi hutan. lubangnya tersembunyi jadi terkadang ada yang salah masuk perangkap. Pak, di kota ini orang orang modern berkembang dengan cepat. jika kita mengikuti arus bisa hanyut, tak mengikutinya pun akan jadi manusia yang terbelakang dan akan ditinggalkan digantikan dengan orang orang modern yang baru. Pak satu satunya senjata orng modern hanya Ilmu dan pengetahuan sayangnya senjata itu sangat langka di desa kita. akan Ningsih bawakan satu untuk Bapak, untuk keluarga kita dan untuk desa kita. kalau kalian suka jangan lupa buat ninggalin jejak dan rekomendasiin juga ke temen kalian. follow IG : dr.mentari.
All Rights Reserved
#140
budaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • SENSEI, ASSALAMUALAIKUM DESU!
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Gus Fahry
  • Rumah untuk Jevariel [TERBIT]
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • SANDI: THE CROSS BREEDING

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines