Antara Aku, Kamu dan Kafan

Antara Aku, Kamu dan Kafan

  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 31, 2019
Lika-liku kisah cinta dunia (lain) yang penuh drama, sensasi rasa rindu bin galau, perjuangan bak memperebutkan kemerdekaan negara tercinta, hingga asam manis asinnya hubungan mereka. Drako bukan tentang si drakula ataupun drama korea, tapi drama komedi cinta antara Mr. Po dan Miss K. "Andai aku seperti kamu sayang, pasti saat ini aku bisa memelukmu, mengandeng tanganmu dan ikut makan sate 500 tusuk bersamamu..." keluh Mr. Po sambil membayangkan kekasihnya. "Eh tunggu dulu... aku kan cowok, masak pake daster... nanti bisa jadi kejantananku luntur seketika, jadi... Miss Poci temennya Pocong... dongs ya eke," lanjut Mr. Po yang seketika merinding kafan disko. Original stories by genhuntu Cover by genhuntu
All Rights Reserved
#54
pocong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Customer Sharelove (Sudah Terbit)
  • lapor pak (Slow Update)
  • Gadis Bar-bar Dengan Sejuta Pesonanya
  • Dr. Kwong | Lingorm
  • OBSESSED with your body(END)
  • KPK Jadi Hantu
  • Korban Broken Home
  • KEPINCUT BRONDONG

SEBAGIAN PART CERITA INI DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN. *** Gue pikir, Caka sama saja dengan pelanggan lain yang datang buat protes, marah-marah, lalu pergi. Namun ternyata, dia berbeda. Dia datang, marah-marah, lalu kembali. Kadang-kadang, gue suka ngerasa heran sama pelanggan yang sok berkuasa. Kasir minimarket juga manusia, bukan merek rokok yang 'sempurna'. Masalahnya, setelah pertemuan pertama dengan Caka, gue justru menunda perasaan aneh. Jangan bilang-bilang ya! Sebenarnya, gue jatuh cinta sama Caka. Wajar sebenarnya, soalnya dia menawan. Mirip Oppa-oppa ganteng yang gue tonton di Drama Korea. Beda jauh sama si Daffa, kepala toko gue. Aduh, kalau dibandingkan sama si Ulet Bulu mah jelas kalah jauh. Udah nyebelin, wajah juga nggak ganteng-ganteng amat. Pertemuan pertama dengan Caka di depan meja kasir, berakhir dengan sebuah pengakuan di depan bokap Caka bahwa gue adalah pacarnya. Jelas gue senang. Tapi setelah itu, muncul rahasia-rahasia yang membuat gue harus memutuskan antara maju, atau mundur. Apalagi setelah gue merasa bahwa Caka hanya ilusi. Dia begitu manis, tapi ternyata menikam dari belakang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines