We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Firefly

My Firefly

  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue mau putus sama lo!" Ucap Syasya. "Kenapa sih Sya?gue nerima lo apa adanya kok!" "Eh lo dengerin nih ya,walaupun lo nerima gue apa adanya,tapi lo gak bisa ngejadiin gue satu satunya,walaupun gue gak punya apa apa,tapi gue gak bisa gitu aja lo injak injak,brengsek emang" Syasya penuh emosi. Plakkk , suara tamparan yang sangat memekik. Syasya menatap nanar mata lelaki yang sudah menamparnya itu seraya mengusap pipi tembemnya yang sekarang berwarna merah dan panas. Tanpa sadar Syasya berbalik badan dan berlari tak tau arah,hingga air matanya menetes dipipi yang masih panas tadi. Syasya berhenti ditempat sepi dan masih menangis karena sebuah penghianatan. "Gue butuh lo My Firefly" Lirih Syasya. "Gue disini kok:)" Sahut seorang lelaki diseberang sana.
All Rights Reserved
#35
apaadanya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Bawa Aku Pulang
  • Amor Eterno
  • this is me
  • 비난의 끝
  • Bukan Cerita Kita
  • Kemana Arah Pulang?
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines