Ketika Takdir Menyapa

Ketika Takdir Menyapa

  • WpView
    Reads 810
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika suatu impian mulai sirna tak seperti harapan akan cita-cita untuk menggapainya. Ibu, sosok cahaya kehidupan, penyemangat yang nyata pergi untuk selamanya, meninggalkan pahatan duka yang mendalam. Satu persatu nestapa mulai menyerta, menghadirkan butiran bening yang tak kunjung sirna Permainan takdir yang tak bisa di di tebak, hingga asrar masa lalu yang sulit terkuak mulai menyapa. Tak dapat di pungkiri, ia hampir kehilangan pijakan dan mengakhiri segala terpaan itu dengan cara yang salah. Hingga Tuhan mempertemukannya dengan dua sosok luar biasa. Anhar Ramadhan A. dan Farel Bagaskara Aldafa A., membantu untuk mengukir masa depan dalam kehidupan gadis mungil bernetra coklat terang bak bidadari dunia. Ini adalah kisah tentang mereka yang berusaha menoreh nasib, tentang perjuangan yang tak bisa di pandang sebelah mata. Sebuah kisah yang begitu mengharu biru serta menguras air mata. Cerita ini di buat bersama partner ku @auliarahmat29 jadi cerita ini juga ada di work nya @auliarahmat29
All Rights Reserved
#188
ikhlas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Milk for Rayyan
  • Kita dan Sang Pencipta
  • Inside Me [END]
  • ��𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • adalah TAKDIR (ongoing)
  • Takdirku ✓

[JUARA 2 FESTIVAL MENULIS NOVEL Season 5 FAZA CITRA PRODUCTION] 🕊 Ia datang, hadir di dalam kehidupannya di antara kabut yang menyelimuti dan dinginnya malam yang menggigit. Bagi Firmansyah, seorang internis yang kehilangan cahayanya semenjak dua tahun lalu, Nisa adalah bintang kejora dari banyaknya bintang-bintang yang menggantung di atas cakrawala tiap malamnya. Dan, bagi Nisa, dipertemukan Firmansyah adalah obat yang paling ampuh di tengah sakitnya yang kerap kali mendera. Menekuk tubuhnya. Namun, siapa sangka, keduanya harus dihadapkan dengan seorang wanita yang pandai bersandiwara di depan kamera, tapi tajam menancapkan sebilah pisau di belakang layar. Ini tentang cinta yang memilih untuk menetap meski pemilik hatinya telah pergi, tentang detak yang tetap dijaga, meski janatungnya tak lagi berdetak di pelukan yang sama. Hingga senja di suatu sore yang menenggelamkan cahaya meninggalkan tanya, "Masih bisakah cinta pulang, bila rumahya tak lagi ada?" (ROMANCE-MEDIC) 🌷🌷🌷 "Dia rumah, kuakui memang tidak sempurna. Jiwanya berteriak di atas ketidakberdayaan tubuhnya, lisannya selalu tertahan kala menyuarakan keadilan. Tapi, bersamanya tangisanku luruh di dalamnya." ©gardeniaja_

More details
WpActionLinkContent Guidelines