Langit Abu-Abu

Langit Abu-Abu

  • WpView
    LECTURAS 74
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, nov 23, 2023
Carona Taquila gadis pencinta senja yang membenci hujan di sore hari, menurutnya hujan sore adalah pembawa awan gelap yang bisa tiba-tiba menutupi keindahan dari senja. Entah dari sudut pandang apa dia melihat senja, menurutnya senja adalah cahaya jingga dari serotan terbenamnya matahari. "Aku suka dengan senja semenjak bertemu denganmu, ia adalah hal abstrak yang indah dari sudut keentahan. Apalagi ditemani olehmu, ditambah puisi yang sering kau tulis di buku kecil di sakumu." "Tapi aku suka dengan hujan malam karena ia menyamarkan keindahan malam." Javas Nareswara, lelaki pecinta puisi yang terlalu tertutup. Ia hanya bisa mengutarakan perasaannya melalui puisi. Dimanapun berada, buku kecil selalu di sakunya. Lelaki itu memberikan kebahagiaan sendiri bagi perempuan yang selalu menampakkan senyumnya, tetapi senyuman itu selalu tertutup oleh perasaan cinta pada wanita yang telah lama ia kenal walau masih dengan keentahan. "Kau bukan masa laluku, kau bukan masa kiniku, entah juga jika masa depanku. Cerita belum kita tulis, kenangan belum kita selesaikan. Kita terpisah oleh ego dan keterpaksaan masing-masing. Semoga saja dipertemukan kelak." ------------------------ "Perasaan harus diungkapkan, apa gunanya emansipasi wanita jika mengungkapkan dua kata saja menggambarkan kemurahan. Setiap orang mempunyai hak termasuk dirimu. Ungkapkan! walau pada akhirnya lainnya yang dia pilih." ---------------- Bayangmu kian menghilang ditelan malam. Aku kesepian. Kau pergi bagai ditelan alam Aku sendirian. Bolehkan kuikuti jejakmu? Langkahku tak pernah ragu. Aku merindukanmu. --------------------- No spoiler ya teman-teman. ini cerita ke-3 ku semoga kalian suka. Bukan diambil dari pengalaman sendiri, hanya sebuah imajinasi, tapi semoga ada yang mengerti maksud dari cerita ini. Teruntuk kamu yang jauh terpisah tanah, dengan ini cerita kubuat, sebagai pengganti keterlambatan untuk mengungkapkan. Aku mecintaimu yang belum pernah terlihat apalagi tersentuh. from me😊
Todos los derechos reservados
#344
bertepuksebelahtangan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Cahaya [COMPLETED]
  • »The Love Behind Secrets!
  • Hujan dan Pembencinya
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • REVANARA
  • Im Yours.
  • Elegi & Tawa [Selesai]✓

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido