It's Always Been You (Completed)

It's Always Been You (Completed)

  • WpView
    Reads 360,738
  • WpVote
    Votes 2,566
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Bangsat!! What the hell are you doing here?!" Teriakan yang penuh emosi itu menyentak sang gadis yang masih terlelap, gadis itu langsung membuka matanya dan terduduk dengan pening yang menyerangnya, lebih terkejut lagi melihat seorang pria tidur di ranjang yang sama dengannya. "Fa ... Fares.... Ke ... kenapa kamu di sini? Kenapa ... aku di sini?" Gadis itu terlihat bingung, wajahnya pelan-pelan berubah pucat dengan mimik ketakutan. "Lo sengaja kan?! Iya kan?!" Fares mendekat pada gadis itu, mencengkram kuat dagu gadis itu dengan wajah penuh amarah. "Jawab gue Ayya! Lo sengaja kan?! Lo ngejebak gue?! Iya?! Semua orang tau kalo lo naksir sama gue?! Dan semua ini rencana lo?! Bangsat. Lo. Lebih rendah dari pelacur, Ayya." "Aku ... aku juga ngga tau kenapa bisa di sini, Fares. Aku ngga tau." Gadis yang dipanggil Ayya itu sudah terisak. "Bullshit. Nothing happen beetwen us. Jadi, jangan pernah coba-coba ngambil kesempatan dari kejadian ini. Keluar dari kamar gue sekarang," ujar Fares dingin, membuat Ayya beranjak dari sana dengan isak tangisnya, namun suara pintu yang terbuka kuat membuat Ayya menghentikan langkahnya dengan jantung berdetak keras, menyadari dirinya dan Fares dalam masalah besar sekarang. "Faresta Elvan Adinata!! Kekacauan apa yang kamu buat di rumah?!" "Pah, Fares bisa jelaskan. Ini bukan seperti yang Papah lihat." Fares beranjak, namun ayahnya mengangkat tangannya. Meminta Fares untuk berhenti di tempat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • REGRET
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]
  • Misunderstand
  • As Possible
  • LEARA
  • Not Me & Not Mine
  • Hapless

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines