Kamuflase

Kamuflase

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2020
Aku hanya sedang membohongi diriku Lalu bagaimana dengan kau? Semua warna sepertinya kamu Semua cahaya sepertinya kamu Semua yang tampak hanya kamu Sebodoh itu kah aku? Aku lihat diriku di cermin Seperti rambut yang tak pernah ku sisir Kacau... Kala aku melihat dirimu Kau tampak bersinar dan bahagia Dan bahkan bayangan mu saja ikut tertawa! Aku yang menderita atau aku yang terlalu bodoh Mencintaimu tapi bisu untuk mengatakannya
All Rights Reserved
#328
penyair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • SECOND LEAD
  • When Love is Breaking
  • Backstreet
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • Dear You
  • All of the stars [Bulan's]
  • SENA
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Perihku Ditinggalkan

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines