Rumor [END]

Rumor [END]

  • WpView
    Reads 1,667
  • WpVote
    Votes 120
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 21, 2020
Eddie dan Julian merupakan tokoh penting dalam status 'musuh bebuyutan' sejak SMA. Mereka tenggelam dalam persaingan penuh ambisi, sayangnya permusuhan abadi mereka melebur ketika rumor menerpanya. Keduanya saling bertemu tanpa tegur sapa, hingga situasi canggung mempertemukan mereka. Julian harus pindah kekelompok lain selama kuliah lapangan di hutan W. Lebih sialnya ia satu kelompok dengan Eddie, musuh bebuyutannya sejak SMA. Ketika keduanya berusaha merajut hubungan lebih baik, rumor kembali mengusik mereka. Kali ini, rumor tak dapat membuat mereka kembali renggang!... Semua harus diselesaikan. Musuh juga harus dipilih dengan baik! "Aku dipihakmu." "Mana ada! Musuh tetap lah musuh!" "Aku akan membantumu! Kita memang bertentangan. Padangan kita juga berbeda dan penuh emosi. Tapi aku tak suka, jika bukan aku yang mengusikmu! Harusnya hanya aku yang menjadi musuh bebuyutanmu~ hanya Eddie Logen yang boleh berdebat dengan Julian. Benarkan?" "Hehehe~ kau benar Ed~~" Ketika kedua musuh bebuyutan ini bersatu demi membrantas rumor, dapatkah berjalan dengan baik? Lalu.... Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? Akankah status 'musuh bebuyutan' tetap abadi atau lahir status baru sebagai 'sohib karip'. ==========rumor========== ===^ dibuat untuk mengikuti metamorfosis contes yang diadakan @teenlitindonesia x @YAIndo ^=== *total chapter 3000 kata End, 20 April 2020.
All Rights Reserved
#743
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Break The Sand Castle
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • MY ENEMY'S ✅️
  • LET ME LOVE YOU | SUNGHOON [END] ✓
  • CATS OR HUMAN?.....HYBRID ✅️
  • FORGET THE TIME (yanneo)
  • SHIZUN
  • PEKA SENI

Berjalan dalam kelambatan, terasa dekat namun tak tergapai. Bagai teman yang begitu jauh, awan-awan menemani walau dia nyatanya akan hendak pergi. Menyampuri awan-awan lainnya di area lain, meninggalkannya usai mewarnai biru di angkasa. Bagai perumpamaan yang menyedihkan, dia hendak memohon agar semua kepergian itu tidak terkabulkan. Geresak runtuhan cat hitam besi-besi setengah berkarat menempeli seragamnya ketika dia bangkit. Menoleh ketika rangkaian suara dentangan melangkahi atap hitam, dari rangkaian tangga dinding dekat pintu diantara sambungan dua gerbong disana, dia melihat pemuda bersurai hitam, setengah panjang namun tak terurus, hanya sedikit basah. Matanya sayu namun tajam, tubuhnya tak besar namun menjulang tinggi. Mengenakan seragam yang serupa, tanpa sebuah syal walau dia tahu Desember akan segera menyapa. Dia menatapnya, pemuda itu sibuk pada pandangan dihadapannya. "Ada yang kurang, ya." Taehyun tak ingin menjawabnya, namun Beomgyu mencelanya tepat masuk di hati dengan perkataan. Bagai satu gambaran puzzle yang tak terselesaikan dikarenakan potongannya yang lenyap, Taehyun tak merasakan kesempurnaan yang puas didalam benaknya. "Kalau begitu ... Masa lalu itu bagai salju." Sahut Beomgyu. "Kau bisa mulai untuk melupakannya ketika kau tahu bila dia itu nyatanya sudah bagai salju." Salju tak abadi. Taehyun tahu. . . . . . [Kastil Dimana Aku mengharapkan Semua Termasuk Sosok yang Kuharapkan di Gerbang Sana] Fanfiction [Fiksi Penggemar] [Friendship] Hanya karya fiksi semata dan tak memiliki hubungan dengan dunia nyata. Dan lagi, abal-abal dari amatiran. [Made: 25/06/2021] [Book: 27/06/2021] [Published: 03/07/2021] Ongoing

More details
WpActionLinkContent Guidelines