Bar Bar Human katanya

Bar Bar Human katanya

  • WpView
    Reads 666
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ini kisah gue bareng sama orang-orang bar-bar, suka teriak-teriak gak jelas. udah gitu hidupnya julid mulu, ada aja yang digosipin. mereka dikumpulin dalam satu kelas. beuh gak kebayang kan? Yang katanya kelas ideal. cuih, nyatanya orang-orangnya sama aja sama anak kelas lain. padahal jurusannya udah keren "farmasi" itu looh yang anak-anak nya pada bangga bawa farmakope, buku tebel di tenteng-tenteng di tangannya. harusnya kan anak farmasi itu serius, kalem, kutu buku, tapi disini itu gak ada yang kayak gitu. Kita mau tunjukin ke orang-orang bahwa kita bisa pinter dengan cara sendiri, jadi diri kita apa adanya. gak perlu dengan baca buku tebel mulu tiap hari, gak perlu sok ngafalin rumus kimia, gak perlu dengan jadi anak kesayangan guru-guru. Disini nih bakal nemu kenakalan anak SMK sesungguhnya. Sebenernya aku gak ngarepin cerita ini banyak yang baca kok. Cuma mau nuangin ide yang ada di otakku heheh. Karena kata, William James "Curahkan segala yang anda miliki pada mimpi-mimpi anda. Maka, anda akan terpesona dengan energi yang muncul dari dalam diri anda."
All Rights Reserved
#120
farmasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BE-YUMI-FUL [TERBIT]
  • KOMAR.
  • We Are One
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • OBSESSED I (END) || KathGits
  • Langkah Kecil di Dunia Farmasi
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • BALADA KEHIDUPAN

kisah cinta antara Yumi si gadis cantik pecinta makeup dengan Odwin sang juara kelas. ... "Mama selalu bilang ... nggak semua orang diciptakan menjadi ahli kimia, juga nggak semua yang berhasil jadi dokter otomatis menjadi sukses dan bahagia. Di dunia ini ada banyak profesi yang nggak harus menuntut kita ahli di bidang akademis. Misalnya fotografer, model, atau bahkan penulis. Jadi kurasa aku nggak perlu terlalu memaksakan diri untuk suka dengan buku-buku pelajaran itu. Takut berakhir depresi sebelum benar-benar sampai pada tujuan akhirku seharusnya," kata Yumi panjang lebar setelah jeda yang cukup panjang. "Di mana?" tanya Odwin. "Apanya?" "Tujuan akhir yang kamu maksud?" "Entahlah." Yumi tidak pernah menyangka kalau kecintaannya pada makeup berakhir menjadi bumerang yang menyerangnya. Peristiwa disitanya semua peralatan makeup Yumi membuatnya tertantang menerima tawaran Odwin sebagai fasilitator yang bersedia menyediakan semua kebutuhan makeup Yumi, tapi Yumi tidak yakin dengan syarat yang diajukan Odwin. Odwin meminta Yumi untuk belajar giat sampai ujian semester! Akankah Yumi menerima tantangan Odwin dan mulai bercengkerama dengan buku-buku pelajaran? Ataukah Yumi memilih jalan lain dengan memanfaatkan Juanka yang terang-terangan menyukai Yumi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines