The Diary of Ivan Lee

The Diary of Ivan Lee

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
Diary ini dimulai karena resolusi Tahun Baru Ibuku untuk membuatku menulis. Ibu mendapat ide aneh. Menurutnya, kami harus memanfaatkan waktu di kamar mandi sebaik-baiknya. Di tembok di atas WC, Ibu memasang rak gantung tempat menyimpan buku tulis, beberapa bolpoin, dan pensil warna. Ibu bilang waktu aku melakukan 'urusan penting' di toilet, aku bias menulis. "Maksimal lima sampai delapan menit!" kata Ibu. "Ibu tidak mau kamu kena wasir!"
All Rights Reserved
#36
singapura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BANTARA (NEW VERSION)
  • Where Is My Daddy, Mom? (COMPLETED) [TERBIT]
  • 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐧𝐚𝐤 𝐦𝐚𝐟𝐢𝐚?
  • Mommy Giselle [hiatus]
  • Highschool Kink
  • Perjuangan Hidupku
  • Ganesha

[TAMAT] Ini bukan kisah penuh romansa dengan bumbu yang menggetarkan dada, juga bukan fantasi hebat yang menyemburkan pengalaman paling indah. Tapi ini hanya tuangan kisah dalam ruangan rahasia seorang Nara. Nara itu seorang penulis. Namun, ia berhenti menulis dikarenakan otaknya tidak mau diajak berkompromi dalam menuangkan ide. Macam-macam tips dari Mbah Google sudah dicoba tapi tidak membuahkan hasil. Sampai ketika Bara--yang menurut Nara dulu memiliki humor seperempat sendok teh-- datang lagi dan merecoki semuanya. Dan dia juga yang menjadi penawarnya. "Nulis tinggal nulis, ribet amat hidup Lo!" "Dih! Dikata bikin cerita kayak nulis abjad satu lembar? Selamat datang di dunia manusia seperempat sendok teh dan manusia seribu kata satu chapter cerita. Amazing cover by : 🦖

More details
WpActionLinkContent Guidelines