Unrequited Love

Unrequited Love

  • WpView
    OKUNANLAR 100
  • WpVote
    Oylar 9
  • WpPart
    Bölümler 6
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Sal, Eki 1, 2019
Sahabat ? yang aku tau ada 5 1. Selalu ada di saat butuh 2. Selalu mensupport di kala suka dan duka 3. Selalu rela berkorban 4. Bahu paling nyaman untuk bersandar selain kedua orang tua 5. Tidak akan pernah saling jatuh cinta satu sama lain karena kita Sahabat bukan Pasangan Bagiku itu prinsip yang kami pegang teguh selama ini. Tapi apa jadinya jika di antara kami ada yang saling jatuh cinta satu sama lain dengan orang yang sama ? Kebanyakan kisah cinta akan berakhir bahagia tapi bagiku ? Terlalu banyak tanda tanya di antara kita. Aku telah jatuh cinta padamu setelah sekian lama. Aku cinta kamu. Dan akhirnya bertepuk sebelah tangan. *****
Tüm hakları saklıdır
#25
alexa
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Stay (Away)
  • HE IS BACK ( R & J : 2 )
  • Inginku Memilikimu
  • Nothing Special
  • Cool Beauty
  • Lelah [✔]
  • Printemps
  • DikaRanggi
  • HATE BE LOVE (END)
  • SORRY

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi