Namaku Hilang Di Tangannya [ TERBIT ]
Hari pertama bersekolah merupakan hari yang ditunggu oleh banyak siswa.
Namun, aku malah ditunggu oleh ″Mereka″ sosok yang merenggut namaku.
Aku melawan. Namun aku dianggap bisu.
Aku bersuara. Namun aku dianggap pengganggu.
Aku menulis ini, tepat saat aku dirundung pilu.
Sekarang, sakit itu akan tertulis disini. Namun, tak hanya sesak itu yang akan abadi, ada dia juga.
Seorang yang pernah ada untukku. Menghiasi masa putih biruku yang awalnya abu-abu, menjadi sedikit mereda.