The Cold Harbin

The Cold Harbin

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Indah, namun sangat dingin. Siapa saja yang melihat paras nya akan terpesona oleh keindahannya. Tetapi jika ingin singgah, harus mempunyai kehangatan extra untuk melawan dingin nya. "Ajak gue ke harbin biar gue tau ada yang lebih dingin dua puluh kali lipat dari lo" Pekik seorang gadis, berhasil membuat pria itu terbelalak.
All Rights Reserved
#4
gununges
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay After Hours [END]
  • Love Friend
  • The Symphony of Revenge
  • AdZav
  • Incomprehensible Partner (COMPLETED)
  • PERJODOHAN DINI 1
  • My Boss is Overhormone #MILER1 (TELAH TERBIT)
  • My Protective Boyfriend ✔  [ SUDAH TERBIT ]
  • SORRY, I Love You

Nadine, mahasiswi tingkat akhir jurusan manajemen bisnis, tak pernah menyangka bahwa dunia magangnya akan mengantarkannya pada pria paling rumit yang pernah ia temui: Mahen, seorang CEO yang perfeksionis dan juga menjalani hidup serta mengemban profesi ganda- sebagai dokter spesialis bedah saraf. Di kantor, Mahen adalah sosok dingin yang tak kenal kompromi, sementara di rumah sakit, ia menjadi pribadi yang penuh empati. Nadine terjebak dalam tarik ulur emosi-antara benci dan ketertarikan, antara logika dan perasaan. Mahen, dengan caranya yang tsundere dan penuh kontrol, terus menguji kesabaran Nadine-membuatnya marah, bingung, sekaligus jatuh cinta. Ketika dunia bisnis dan dunia medis bertabrakan, begitu pula dengan dua hati yang sama-sama keras kepala. Cemburu, konflik, dan tarik-ulur hasrat membawa mereka ke dalam hubungan rumit yang tak mudah diurai. Dalam dunia penuh tekanan, apakah cinta bisa tumbuh di antara dua orang yang sama-sama tak ingin jatuh cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines