Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
My Cold Boyfriend [TAMAT]

My Cold Boyfriend [TAMAT]

  • WpView
    LECTURAS 83,322
  • WpVote
    Votos 3,482
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, sep 14, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
"Putra mau gak jadi pacar Ami? "ucap Ami "lo nembak gua? "tanya Putra tak percaya "Emang kenapa? cewe boleh kok nembak cowo duluan. Putra maukan?"ucap Ami menunjukkan puppy ayes miliknya Putra yang melihat itu seketika merinding dan langsung mengedarkan pandangannya untuk tidak melihat mata Ami lagi "udah sampe lo gak mau turun? "tanya Putra
Todos los derechos reservados
#4
ketuosis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GHAVARI
  • Fuck Boy
  • GALAKSA [End/Terbit]
  • Alice & Adrian
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • FAT(E) LOVE
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • My possesive boyfriend
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido