Aryo
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 15, 2023
"Aryo?" Ara menahan tangan Aryo sedangkan Aryo menatap tajam pada Ara dan juga Natasya setelah mendengar obrolan keduanya "Semuanya aku batalkan. Kata-kataku aku tarik kembali. Dan maaf" ucap Aryo pada Ara "Ar semuanya bisa gue jelasin ke loe" Ara meremas tangan kirinya sendiri sambil menundukkan kepalanya "Semuanya udah jelas Ra, gue tau loe emang nggak pantes buat gue. Lo terlalu munafik buat gue Ra" ucap Aryo kemudian meninggalkan Ara Ara mengejar Aryo "Ar, dengerin gue dulu!" "Ar" "Aryo" "Aryo" Aryopun berbalik dan menarik tangan Ara dan mendorong tubuh Ara ketembok dekat dengan tangga menuju ruang kelas "Berhenti panggil nama gue. Gue udah batalin semuanya. Sekarang loe bebas mau ngelakuin apa aja sama cinta diam-diam loe itu" "Siapa namanya?" Aryo bertanya pada Ara pura-pura lupa dengan suara mengejek Ara "Ahhh ya Wildan" Aryo memicing senyum sinis "Aryo, gue minta maaf, gue nggak maksud..." "Udah gue maafin" "Sekarang loe pergi dan jangan pernah temuin gue lagi" Aryo mencengkeram bahu Ara dan menekan setiap ucapannya Ara hanya bisa menangis mendengar ucapan dari Aryo. Ara tak menyangka orang yang dulunya terlihat teduh dan sangat lembut padanya sekarang berubah seperti monster hanya karena kesalahpahaman
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Disguise... [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Need Someone💔
  • Aku Adalah Lukamu
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Be Yours

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines