SUN-SET Di Antariksa

SUN-SET Di Antariksa

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 22, 2019
Semua cowok itu JAHAT, begitulah deskripsi Sunny Amelia terhadap kaum Adam. Rasa traumanya dibeberapa tahun lalu membuat ia membenci semua cowok yang ada dimuka bumi ini. Tapi, bukan berarti ia seorang lesby. Ia tidak memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis. Karna baginya, perasaan cinta itu tidak ada. Hingga seorang cowok yang terkenal playboy dan suka tebar pesona kesana kemari, mulai mengusik hidupnya. Billy Prasetyo, nama cowok tersebut. Baginya, menaklukan hati Sunny adalah suatu tantangan yang menarik dan tidak boleh untuk dilewatkan. So, bagaimanakah nasib hidup Sunny setelah diusik oleh seorang cowok yang terkenal playboy itu? Kita simak bersama-sama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Our Story Begins
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Back To You
  • Caramel
  • DERAN
  • I Give You Flower
  • 𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔
  • The Past
  • CINTA YANG NYATA

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines