A Hello Tears

A Hello Tears

  • WpView
    Reads 16,053
  • WpVote
    Votes 2,435
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 16, 2025
[17+ RECOMMENDED || Cerita yang ditarik akan diup lagi secara berkala (kemungkinan ads sedikit revisi disana sini ^^) Bukan explicit mature content, tapi karena pemilihan tema dan diksi yang kurang baik untuk early teens. A Hello Tears berkisah tentang romansa antara gadis mungil yang lugu dengan seorang pria dewasa. Terikat oleh perjanjian, Aina harus pindah dari desa yang nyaman ke salah satu kota metropolitan dan tinggal bersama Baren, pria rupawan yang kini memiliki hak penuh atas dirinya. Akankah Baren membawa air mata kebahagiaan untuk gadis itu, atau justru sebaliknya? (𝓞𝓻𝓲𝓰𝓲𝓷𝓪𝓵 𝓬𝓸𝓿𝓮𝓻 𝓭𝓸𝓮𝓼𝓷'𝓽 𝓫𝓮𝓵𝓸𝓷𝓰 𝓽𝓸 𝓣𝓮𝓽𝓮𝓼𝓪𝓵𝓳𝓾)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • THE S*X TAPE
  • Kakak Ipar Ku🔞 [✓]
  • Glamour (COMPLETED)
  • My Best Mate
  • Marrytime ✓
  • FIRST NIGHT [21+]
  • INTERTWINED
  • Enduring - 23 years apart (I) - Completed

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines