Bagaimana Aku Tak Rindu

Bagaimana Aku Tak Rindu

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 15, 2019
"Akankah kerinduan mu terobati"? itulah pertanyaan yang sering muncul di benak ku beberapa hari ini. Alexandria adalah kota penuh sejarah dan perjuangan bagiku, saat dimana aku harus berjuang, pergi kesana sendirian untuk pertama kalinya, dan tanpa di temani senior ataupun yang sudah berpengalaman. "Bagaimana aku bisa lupa"? kota ini seolah membuatku sadar, dengan tujuan kehidupan yang slama ini telah ku tinggalkan, karena rasa tak nyaman yang memaksaku harus bertahan. Aku telah menemukan jiwaku ada disini, ketenangan yang aku cari slama ini ada disini, rasanya tak ingin meniggalkan tempat ini walau hanya sekejap. Hembusan angin malam Alexandria, telah mengenalkan ku dengan berharganya sebuah kelembutan. Langit malam Alexandria telah, membuat ku jatuh cinta, dengan keindahan rahmat Nya sang pencipta. saat-saat itulah yang sangat aku rindukan, dimana tasbih yang aku gengam tak pernah berhenti berputar, lidah yang selalu basah dengan alunan zikir, hati yang slalu terjaga karena indah nya nikmat yang telah Allah anugrah kan. Aku tak ingin rasa ini berlalu, biarlah ya robb, rasa cinta kepadamu yang telah aku dapat kan, terus terselubung di dalam jiwa ku. terpaksa meniggalkan kota ini, karena banyak kewajiban yg mesti ku kerajan di kairo. berat kaki melngakah tuk pergi namun kerterbatasan harus membuatku melakukan semua ini. Aku berharap, Allah mengizinkan ku memijakkan kaki di kota indah Alexandria, menghirup nasihat kelembutan, mencicipi nikmat nya hidangan ilmu, dan meneguk madu ketenangan dari para masyayikh nya "Bisakah rindu ini ku tahan lebih lama lagi"? aku yang merindukan Alexandria, atau bahkan Alexandria pun juga merindukan ku..?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Secret Of Us
  • di akhir perang
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Love Forza (End)
  • LAKSADEKA
  • flashback~
  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • Air Mata Cinta
  • Mahligai Sunyi

Tas mewah diletakkan di samping meja dan seorang wanita berwajah cantik dan bertubuh seksi idaman. Dia melepas pakaian dan jubahnya yang menceritakan karirnya. Tubuh nyaris telanjang ditutupi atasan bra dan celana dalam. Dia menarik rambutnya dengan jari-jari panjang yang indah yang memperlihatkan lehernya yang panjang dan dapat dicium sebelum memasuki kamar mandi untuk bersantai setelah hari yang melelahkan. Bak mandi Jagucci putih untuk 2 orang diisi air hangat, wajah cantik menatap bak mandi dengan mata kosong sebelum kulit tubuh putih bagai susu masuk ke dalam bak mandi. Untuk mengusir pikirannya memikirkan kebahagiaannya bisa bersama dengan cintanya di bak mandi ini dan menghabiskan waktu dengan bahagia bersama. Namun hari ini tidak sama dengan sebelumnya ketika Dr. Fah-Lada Thananusak dibiarkan tinggal dengan kenangan menyakitkannya. Hampir satu tahun ia masih mengingat semua kenangan indah bersama sang kekasih karena sudah bersama selama tiga tahun. Wajah cantiknya menyeringai ketika mendengar lagu pilihannya. Liriknya membangunkan ingatannya yang menyakitkan. Dia menutup matanya dan melepaskan perasaannya dengan lagu tersebut. "Dia mencampakkanku. Kenapa aku selalu memikirkannya?" mengingatkan diriku sendiri tapi hati tak pernah mendengarkan. Selalu merindukan wanita tak berperasaan. Keluarganya ingin Fah-Lada kembali dan bekerja di rumah sakit keluarga kecuali dia tinggal di luar negeri. Kembali ke Thailand menyebabkan dia merindukan wanita tak berperasaan itu. Wanita yang menawan, menggemaskan, dan lembut, kenapa dia begitu tidak berperasaan. Dia putus denganku dengan mudah. Tok Tok Tok Tok!!! "Nona Fah-Lada" "Ada apa Oun (ibu susunya/pengasuh)"

More details
WpActionLinkContent Guidelines