ALLAMANDA (END)

ALLAMANDA (END)

  • WpView
    Reads 846
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 15, 2019
"Hai!" "Hah? Oh hai juga ka!" Manda menjawab dengan linglung dan turun dari jok motor. "Balik bareng gue lagi?" "Uhmm, sorry ka gue bareng...." Allam memotong "Gebetan?" "ENGGAK!" Manda menjawab dengan cepat, dia melirik sekitarnya yang dipenuhi oleh anak-anak SMA ARAS yang ingin mengambil motor diparkiran "Gue bareng sama...." "Pacar?" Manda menghembuskan napas dengan kasar "Enggak ka! Gausah sotau gitu ah!" Manda mengetik sesuatu dihandphonenya, Allam yang merasa diacuhkan mulai geram kemudian merebut handphone Manda. "Lu bisa fokus ke gue dulu kan?" "Apa sih ka? Balikin hape gue dong, penting nih!" "Siapa yang lu bilang penting hm? Lu gapunya pacar dan gebetan pun juga engga!" "Jomblo kaya gue bukan berarti gapunya urusan ka! Gue tuh...." "GUE SUKA SAMA LU MANDA!" Teriak Allam dengan nada kesal, masih jelas dalam ingatannya bahwa Manda pernah memberikan sebuah kotak dan sekarang dia punya hubungan dengan cowo lain? Seriusan nih? PICTURES by @kazanflowerschool (instagram) START: 10 JANUARI 2019 END: 13 JUNI 2020
All Rights Reserved
#21
manda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • ON SIGHT (Completed)
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • No Longer Mate
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • RAISEN
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Because I'm Stupid (End)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines