PAYUNG REMBULAN

PAYUNG REMBULAN

  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 29, 2019
Hanya ada satu rembulan, yang dengan setia menyaksikan sosok perempuan dengan selendang maut di tubuhnya. Ia seperti tumpukan kayu yang siap dibakar. Tak ada kata tawar-menawar jika berbicara prihal takdir. Di bawah payung rembulan, sosok perempuan itu berlutut dan menengadah sambil berbicara entah pada siapa. " Kelak kalian akan memahami, aku bahkan tak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku, Nowela ( menepuk dadanya ), Akan pergi untuk memerdekakan tubuhku juga pemikiranku. " " Tidak Nowela, kebenaran tak bisa kau rajut hingga harus menutup diri dalam liang keabadian. Dunia harus tahu, kau adalah kebenaran yang ditutupi dan hampir dihilangkan. " Suara Kasyan dari jauh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ramadhan Terakhir, Nayla
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Through Your Veins | Completed
  • His Forgotten Lady
  • Debts Of Obsession
  • I'm the Antagonist's
  • Kara: I Left God at The Door
  • ALENA SHANKARA AZELA
  • Ketika Yang Hilang Kembali✓

"Aku tidak takut mati... Aku takut pergi tanpa sempat kembali pada-Nya." Nayla Adira selalu menjalani hidup dengan bebas, mengejar ambisi dan kesenangan dunia tanpa pernah benar-benar memikirkan akhirat. Hingga suatu hari, hidupnya berubah drastis-sebuah vonis dari dokter menyatakan bahwa usianya mungkin hanya tersisa beberapa bulan. Ketakutan akan kematian membuatnya menyadari satu hal bahwa ia belum siap bertemu dengan Tuhannya. Di tengah keterbatasan waktu, Nayla bertekad menjadikan Ramadhan ini sebagai yang terbaik dalam hidupnya. Ia mulai berhijrah, memperbaiki ibadahnya, menutup auratnya, berdamai dengan masa lalunya, serta meminta maaf kepada orang-orang yang pernah ia sakiti. Namun, perjalanan hijrah tak pernah mudah. Godaan dari lingkungan, rasa takut gagal istiqamah, dan ketidakpastian akan takdirnya menjadi ujian yang harus ia hadapi. Di saat ia merasa telah berdamai dengan segalanya, muncul sebuah pertanyaan yang terus menghantui, apakah Ramadhan ini benar-benar yang terakhir baginya? Sebuah kisah tentang harapan, penyesalan, dan kesempatan untuk kembali kepada-Nya. Karena selama napas masih berembus, tidak ada kata terlambat untuk berhijrah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines