Story cover for TERROR by agilsa
TERROR
  • WpView
    GELESEN 32
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 7
  • WpView
    GELESEN 32
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 7
Laufend, Zuerst veröffentlicht Aug. 15, 2019
Entah siapa yang tahu ajal seseorang seperti apa? Macam cara, perilaku dan tingkah yang tak mudah di tebak. Jangan membuat kesan seolah - olah lebih baik.

" Rania, kata Aldo dekat rumah kamu ada orang gantung diri  ya?" tanya Lisa penuh selidik

Rania, gadia remaja 17 tahun adalah pribadi introvert. Ia hanya mau bicara dengan seseorang yang dekat dengannya,  yakni sahabatnya Aldo.

Aldo tipe remaja yang cerewetnya hampir saingan dengan suara Ibunya di rumah. Langkah menuju ke gerbang sekolah pun terhenti. Rania menatap Lisa dengan dingin, tatapannya sayu.

" Iya." jawab Rania lirih
" Apa Ran? aku nggak denger." bujuk Lisa terkekeh.

Rania pun melanjutkan langkahnya hingga memasuki gerbang sekolah. Lisa berusah mengimbangi langkah Rania.

" Tapi bukan gantung diri, melainkan di bunuh." lanjut Rania

Lisa yang mendengar itu, berdecak kagum sekaligus khawatir. Lisa khawatir dengan sikap Rania, yang tak semua orang bisa menerimanya.

" Plakk!!" pukulan keras mengenai kepala Lisa.
" Aku bilang jangan nanya ke Rania, malah nanya!" sewot Aldo
" Maaf ya Ran" memegang bahu Rania dengan maksud menguatkannya.

" Gak papa Do." menoleh ke arah Aldo dan tersenyum.
" Hah?" Kog kamu sikapnya gitu ke Aldo Ran?!" sewot Lisa tak terima.
" Kamu jealous Lis?" tanya Aldo dengan tatapan mengejek.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie TERROR zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Mencari Istri Baru untuk Suamiku von Biafaa
8 Kapitel Laufend
NOTE: Cerita ini cocok buat kalian, pembaca yang budiman, yang sudah muak dengan kisah romansa yang itu-itu saja. So, jangan ragu untuk berkunjung, jangan lupa kasih ulasan, komen, dan senggol lambang bintangnya yaa. See you... Rinjani Prameswari, seorang siswi sma yang mempunyai kemampuan istimewa untuk dapat melihat 'apa yang tak seharusnya manusia normal lihat'. Anehnya, bukannya merasa spesial, Rinjani malah merasa ia tengah dikutuk oleh Tuhan, karena kemampuannya itu ia malah dijauhi oleh semua orang, terkecuali Danu, murid cowok berparas manis nan pintar pengisi bangku paling belakang. Namun, siapa yang menyangka bahwa kemampuan indigonya itu malah membawa Rinjani bertemu dengan Mitha, si hantu berpakaian gaun pengantin yang memiliki sifat jahil, yaitu suka mengintip murid-murid cowok yang sedang mandi. Pertemuan mereka, membawa Rinjani semakin dekat dengan garis takdirnya. Mitha datang meminta tolong, ia ingin diingatkan kembali tentang masa lalunya, jika Rinjani menolak, maka Mitha bersumpah akan menggentayangi Mitha sampai anak keturunnannya. Dalam misi pencarian kisah masa lalu Mitha, Rinjani akhirnya mengetahui satu fakta mengejutkan, bahwa ternyata, hantu cerewet itu adalah istri dari Pak Saka -guru matematika yang terkenal galak di sekolahnya- yang sudah lama meninggal. Bagaimana jadinya jika Mitha berjanji tidak akan pergi sebelum permintaan terakhirnya terkabulkan. Dan kira-kira bagaimana reaksi Rinjani saat ia akhirnya mendengar permintaan aneh bin konyol yang disampaikan Mitha sebelum kembali ke alam baka? "Aku berjanji tidak akan pergi dan tidak akan pernah berhenti mengganggu hidupmu sebelum kamu mengabulkan satu permintaan terakhir dariku." "Memangnya apa permintaan terakhirmu?" "Aku ingin melihatmu menikahi suamiku."
ADIKARA ELUSIF (END) von blackcurrantbery
57 Kapitel Laufend
Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
Our Path Diffrent cover
Transmigrasi Karina cover
Diary Of Rain [END] cover
Toxic Relationship cover
Mencari Istri Baru untuk Suamiku cover
ADIKARA ELUSIF (END) cover
PENA ASMARA | TAMAT✅ cover
ICE BOY (SUDAH TERBIT)  cover
Two Sadistic Side (POST ULANG) cover

Our Path Diffrent

36 Kapitel Laufend

PLAK! Suara Tamparan keras menggema sepanjang lorong sekolah. Kaay diam termangu dengan tatapan kosongnya, menyorot tidak percaya atas tamparan kuat yang baru saja Raina layangkan. Telinganya berdengung nyaring, "k-kak..." "Lo!" Tunjuk raina penuh kebencian, tepat di depan wajah kaay. "Manusia paling jahat! Yang pernah gue kenal." "Lo egois!" "Lo munafik!" "Lo nggak punya hati!" "Dan gue benci sama lo." Raina langsung pergi begitu saja sambil menuntun rayyan, meninggalkan kerumunan, dengan kaay yang masih diam ditempat, mengabaikan bisikan sumbang seluruh murid yang mengarah padanya. Kaay membalik badan, melewati mereka dengan ekspresi datarnya. Berjalan menjauh dengan langkah mantap tanpa menoleh, membuatnya menjadi buah bibir seantero murid. Mereka tidak tau, setiap langkah yang gadis itu hentakkan, maka saat itu juga buliran air terlepas dari bendungan kelopak mata yang sudah berusaha keras menahan serpihan rasa sakit dalam bentuk air mata. Secarik kisah romansa masa SMA yang menyeret dua saudara, dengan berbagai konflik yang tersedia. Persahabatan, perjuangan, dan pilihan, harus diambil untuk menentukan prinsip hidup kedepan.