Puisi Hampa

Puisi Hampa

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 15, 2019
Hanya suara angin, Ingin mendekap manalah bisa Kepak sayap hening kepala ini merunduk sukar Arkh. Huhh! Tidak ada rasa dingin malam ini jika saja ada manis bibir tebalmu, kenangan pesanmu melupakan dirimu lagi-lagi menggagalkan upaya ku Jelas membekas, kenangan saat kau melangkah meninggalkan Aku meneriakimu "Pengecut,Kau! Kau pergi meninggalkan kenikmatan dihidupku," *** Kau telanjang memeluk diamku Aku tak menduganya, kenangan Kau keras merobek benang penghangatku Bingung fikirku kenapa hanya kita? *** Oh! bayangan hampa Tubuhmu pergi, kehangatan ini erat memeluk
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Renjana
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Arsyilazka
  • Step Backward
  • • EUTANASIA •
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • The Disappearance of Butterfly

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines