Puisi Hampa

Puisi Hampa

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 15, 2019
Hanya suara angin, Ingin mendekap manalah bisa Kepak sayap hening kepala ini merunduk sukar Arkh. Huhh! Tidak ada rasa dingin malam ini jika saja ada manis bibir tebalmu, kenangan pesanmu melupakan dirimu lagi-lagi menggagalkan upaya ku Jelas membekas, kenangan saat kau melangkah meninggalkan Aku meneriakimu "Pengecut,Kau! Kau pergi meninggalkan kenikmatan dihidupku," *** Kau telanjang memeluk diamku Aku tak menduganya, kenangan Kau keras merobek benang penghangatku Bingung fikirku kenapa hanya kita? *** Oh! bayangan hampa Tubuhmu pergi, kehangatan ini erat memeluk
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Love in Difference
  • Renjana
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Horibble Woman (END)
  • Poetry Sad
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • PERLINA
  • The Disappearance of Butterfly

Don't Copy my story! Rank : 1 #ending (1 september 2021) 2 #famous (01-06-2020) 4 #ending (26-02-2020) 3 #teenage (06-03-2020) 8 #kisahsma ~(25-02-2020) 10 #teenage (25-02-2020) 592 #teenfiction (06-03-2020) 11 #umum (22-02-2020) Cerita ini bukan sebuah cerita wanita nakal seperti biasanya. Dia bukan gadis pecandu rokok, wine, atau hal negatif lainnya. Tetapi dia adalah gadis yang aneh, dia telah berubah jadi baik dengan sekejap hanya karena seorang pria. Di saat pria itu pergi, dengan cepat pula dia berubah. Namun ada seorang pria yang berhasil merebut hatinya hingga hangat kembali. Ternyata sebuah rahasia yang membuat alur kehidupannya seperti itu. Miris! ~~~● Lelaki ini membenarkan tata rambutnya. "Aneh tapi keren. Asal lo tahu, cowok kayak gue sering dijadikan tokoh di novel-novel. Keren, tinggi, bule lagi," ujarnya bangga. Dara memasang wajah malas. "Aishhh ... mendingan lo pergi!" usirnya. Lelaki ini melipatkan kedua tangannya di dada. "Tidak semudah itu Ferguso ...." Kening Adara mengkerut. "Apaan sih! Nggak jelas." "Harusnya lo berterima kasih sama gue. Karena gue udah nemenin lo ber jam-jam di sini. Itu bukan waktu yang sedikit," tukas lelaki itu. Dara menghempaskan bokongnya ke kasur. "Hello ... lo ngayal ya? benerin tuh otak! Sejak kapan gue minta lo ke sini? Dan siapa yang minta lo buat nemenin gue?" "Hati gue," jawabnya cepat. Warning!!! Jika ada kata kurang nyambung... Itu. Itu berarti saya sedang merevisi ulang cerita.. © copyright Jjuliajeon Ending : 2 Februari 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines