Puisi Hampa

Puisi Hampa

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 15, 2019
WpInfo
Poetry
Hanya suara angin, Ingin mendekap manalah bisa Kepak sayap hening kepala ini merunduk sukar Arkh. Huhh! Tidak ada rasa dingin malam ini jika saja ada manis bibir tebalmu, kenangan pesanmu melupakan dirimu lagi-lagi menggagalkan upaya ku Jelas membekas, kenangan saat kau melangkah meninggalkan Aku meneriakimu "Pengecut,Kau! Kau pergi meninggalkan kenikmatan dihidupku," *** Kau telanjang memeluk diamku Aku tak menduganya, kenangan Kau keras merobek benang penghangatku Bingung fikirku kenapa hanya kita? *** Oh! bayangan hampa Tubuhmu pergi, kehangatan ini erat memeluk
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in Difference
  • Di Setiap Bilik Hati, Ada Kamu
  • • EUTANASIA •
  • Step Backward
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • The Disappearance of Butterfly
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Poetry Sad
  • Because I'm Not Virgin | Sudah Diterbitkan
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

🗣 Orang medan wajib baca. Gaya bahasa asli medan. Hari hariku selalu menyenangkan bersama kelima temanku. Tapi setelah bertemu dengan dia, hari demi hari yang kujalani menjadi berbeda. "Astaga, lalap mukakmu aja yg kutengok." ketusku padanya. Tapi dia hanya memamerkan sederet gigi putihnya dan menampilkan bolongan di pipi kirinya. Ah manisnya, Boleh jugalah kalok kudekatin. Batinku. "mau ngapain sih kau?" tanyaku sedikit marah "Gak nyangka aku bakal jumpa kau lagi disini. Pasti kita jodoh." jawabnya tanpa dipikir dulu ..... "Jangan liatin Hp terus, aku mau ngomong ini" pintanya padaku "Ish. Yaudah cepat, kau cuman kukasi waktu 10 menit untuk ngomong. Cepat!" perintahku padanya "Oke. Mungkin kau masih marah samaku atas kejadian semalam dan aku mau minta maaf udah buat kau ngerasa malu. Mungkin kita belum kenal dekat, tapi setidaknya aku mau kita bisa berteman." pintanya dengan suara penuh harap dan penekanan setiap katanya. "Permintaan maafmu kuterima, tapi untuk melupakan kejadian semalam mungkin belum" Timpalku panjang lebar

More details
WpActionLinkContent Guidelines