My Hijrah Until Jannah

My Hijrah Until Jannah

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 8, 2020
Semua orang mempunyai masa lalu, jangan malu karena masa lalu mu itu. Karena banyak hikmah yang bisa diambil untuk dijadikan sebuah pembelajaran🍂 Yang membedakan hanya jalan ceritanya saja yang berbeda-beda, cukup Allah dan diri kita sendiri yang dapat mengetahui. Belajar lah untuk bisa mengikhlas kan apa yang seharusnya tidak menjadi milik kita, terutama dalam hal kehilangan. Ikuti saja skenario yang telah Allah buat karena,Allah tahu apa yang terbaik untuk setiap hambanya. . . "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah . Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)
All Rights Reserved
#246
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Menanti Jodoh 'Kembali'
  • Cinta Dalam Iman
  • HATI YANG TERTUNDUK UNTUK CINTA
  • Tertulis Dalam Doa
  • True Love [Completed✔]
  • Ketetapan Cinta Dari-Nya [END]
  • KHITBAH KEDUA [Telah Terbit]
  • Penantian Terindah [COMPLETED]

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines