Love Me Like Before

Love Me Like Before

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan tapi saat dipaksa menunggu untuk waktu yang tidak pasti mungkin siapapun yang mengatakan seperti itu akan ragu mengulangnya lagi, tidak terkecuali Sofi. penantian panjang yang dilewati membuatnya mengkaji kembali apa arti kesabaran termasuk saat menghadapi kenyataan bahwa cinta tak selamanya indah. penantian panjang mengajarkannya bahwa teman akan selalu menjadi teman, tempatnya di sisi bukan di dalam hidup dan seenaknya memporak porandakan kisah kita. penantian panjang menempanya menjadi kuat dalam kelemahan dan penantian panjang itu pula yang membuktikan bahwa benar, Tuhan memberi apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. "Seperti apapun nantinya aku akan tetap mencintaimu," Sofi mengecup lembut kelopak mata suaminya yang tertidur pulas. Dia tidak pernah tahu bahwa suaminya sedang memimpikan wanita lain.
All Rights Reserved
#362
hiburan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • TIME will TELL {On Going}
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Love, Maybe (END)
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • Cause We are Family
  • Diary Nur
  • Always Loving You
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)

Takdir adalah kekuatan yang tak bisa dihindari, sebuah kenyataan yang hadir tanpa pemberitahuan. Beberapa orang mungkin merasa kesulitan untuk menerima jalan hidup yang sudah digariskan untuknya, berjuang melawan kenyataan yang terasa begitu keras. Namun, kita sebagai manusia, pada akhirnya harus mampu menerima takdir yang telah ditentukan. Walaupun terkadang takdir tidak memberikan jalan yang indah, kita harus percaya bahwa pilihan Tuhan lebih baik dari apa yang bisa kita rencanakan. Karena pada akhirnya, segala sesuatunya akan indah pada waktunya, meskipun prosesnya tidak selalu mulus. Hidup ini ibarat bunga yang mekar di musimnya, namun tak lama kemudian akan layu. Meskipun bunga itu akhirnya hilang, kenangan akan keindahannya tetap terpatri dalam ingatan. Begitu pula dengan setiap momen dalam hidup. Setiap pertemuan, setiap perpisahan, meskipun membawa kesedihan, tetaplah menjadi kenangan yang berharga. Namun, jangan khawatir, karena setiap waktu yang berlalu akan membawa kebahagiaan baru, seperti bunga lain yang akan mekar di musim yang berbeda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines