TERBENTUR HANCUR TERBENTUK

TERBENTUR HANCUR TERBENTUK

  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
Pernah tidak ? Semula detak itu baik. Detik itu normal, hari yang berganti selalu dinanti, bahagia meski dahaga. Air mata pun sukar berbicara. Segalanya hanya tentang tawa. Tak peduli entah itu di ridhoi-Nya atau tidak yang penting hati bahagia. Sampai pada suatu waktu, PRraaakkkk ! Ada peluru yang menembak ! Perih sekali,. Kemudian di pukul palu bertubi tubi ! Awhhh... Sakitttt ! air mata tak henti berseluncur di pipi. Remuk bubuk lebur, 3 kosakata yang mewakili keadaan hati. Mungkinkah semesta begitu membenci apa yang pernah ku lakukan ? ! Semesta katakanlah ! Benci kah engkau padaku hah ?! Ayo bicara ! Semesta hanya diam, enggan mengatakan apakah dia membenciku atau bagaimana adanya Perlahan semua terjawab, ternyata semesta membentukku. Bersama sebuah proses yang rumit, rumit sekali serumit apa proses semesta membentuk ? Yuk bacaa prosanya. Lihat selihai apa semesta memukul dan menggergaji batu sepertiku -anisa.fitriani -mohon kritik nya jika ada kesalahan ;)
All Rights Reserved
#296
romanceislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Adhena (Complete√)
  • SENA
  • SHEFAYRA
  • Memories in Moon
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Benalu [Terbit]
  • Cuaca
  • Paradise
  • Story Of You

"Seharusnya gue tau Na, kalau lo itu hanya sebatas rubik, sulit buat ditebak. Kadang, semampu apapun kita buat susunan rubik itu jadi, tak berarti apapun. Malah rubik itu bisa makin berantakan." ucap pria itu dengan nada yang terdengar sedikit lirih, menahan gejolak aneh yang menyakitkan setiap sentuhan hatinya. "Mungkin, gue pandai nyelesaiin rubik biasa. Tapi, rubik dalam wujud seperti lo? Gak pernah punya cukup waktu buat nyelesainnya." pria itu menambahkan. Sedangkan, gadis didepannya hanya dapat terdiam mendengarkan. "Karena lo terlalu sulit. Sulit buat segalanya." "Lo ingat tentang taruhan kita? Gue bakal akhiri taruhan itu. Ini permintaan terakhir gue Na, tolong menghilang dari gue." . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines