TERBENTUR HANCUR TERBENTUK

TERBENTUR HANCUR TERBENTUK

  • WpView
    Odsłon 654
  • WpVote
    Głosy 47
  • WpPart
    Części 20
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pt., maj 15, 2020
Pernah tidak ? Semula detak itu baik. Detik itu normal, hari yang berganti selalu dinanti, bahagia meski dahaga. Air mata pun sukar berbicara. Segalanya hanya tentang tawa. Tak peduli entah itu di ridhoi-Nya atau tidak yang penting hati bahagia. Sampai pada suatu waktu, PRraaakkkk ! Ada peluru yang menembak ! Perih sekali,. Kemudian di pukul palu bertubi tubi ! Awhhh... Sakitttt ! air mata tak henti berseluncur di pipi. Remuk bubuk lebur, 3 kosakata yang mewakili keadaan hati. Mungkinkah semesta begitu membenci apa yang pernah ku lakukan ? ! Semesta katakanlah ! Benci kah engkau padaku hah ?! Ayo bicara ! Semesta hanya diam, enggan mengatakan apakah dia membenciku atau bagaimana adanya Perlahan semua terjawab, ternyata semesta membentukku. Bersama sebuah proses yang rumit, rumit sekali serumit apa proses semesta membentuk ? Yuk bacaa prosanya. Lihat selihai apa semesta memukul dan menggergaji batu sepertiku -anisa.fitriani -mohon kritik nya jika ada kesalahan ;)
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#296
romanceislami
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • ON SIGHT (Completed)
  • KHALILA AND OTHERS
  • Benalu [Terbit]
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Memories in Moon
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • SENA
  • Rainie ( END )

"ALVANO DANENDRA!" Ucap Reza Bugh Bugh Bugh Reza memukuli Vano "Lo itu laki-laki gak seharusnya Lo kasar sama cwe !" Ucap Reza "Reza kamu apa-apaan sih?! Van kamu gak papa?" Tanya Aira ia membantu vano bangun "Gue gak papa kok Lo tenang aja" ucap vano pada Aira "Tapi muka Lo memar Van" ucap Aira khawatir "Muka Lo juga memar Ra itu juga disudut bibir Lo luka" ucap Vano Reza yang mendengar itu lantas menangkup kedua pipi Aira dengan tangannya dan benar saja wajah Aira memar dan ada luka disudut bibirnya "Kamu kenapa Ra kok bisa kek gini?" Tanya Reza dengan raut khawatir "Ditampar sama cewe yang Lo bela tadi" jawab vano "Bener Ra?" Tanya Reza "Kamu gak percaya? Kalau itu yang kamu mau yaudah anggap aja iya bukan mereka yang nampar aku" ucap Aira dia melepaskan tangan Reza dari wajahnya "Chika, Bunga kenapa kalian nampar Aira?"tanya Reza "Aira yang mulai za,dia bilang gue cewe gak tau diri dan dia bilang kalau Chika itu cewe murahan" jawab bunga "Bener gitu Ra" tanya Reza pada Aira "Gak semuanya benar" jawab Aira singkat "Kamu kenapa sih Ra? bunga sama Chika gak serendahan itu!" Tegas reza "Bangsattt!" Umpat vano dia sudah maju untuk memukul Reza tapi Aira menahannya "Iya za mereka emang gak serendahan itu tapi mereka bener-bener lebih rendah dari jalang sekalipun" ucap Aira Plak Satu tamparan dari Reza mampu membuat Aira kembali kesakitan "Jaga ucapan kamu Ra! Kamu perempuan harusnya kamu tau tata Krama dalam berbicara" ucap Reza Vano benar-benar ingin memukul Reza tapi lagi-lagi di halangi Aira "Kamu berani bentak dan nampar aku demi mereka za? Aku rasa aku udah tau keputusan yang terbaik buat kita. Sekarang jangan pernah ganggu gue lagi diantara Lo sama gue kita gak ada hubungan apapun lagi! " Tegas Aira sebelum dia kehilangan kesadarannya pindah lapak yah, di akun aku yang dulu udah gak bisa karna lupa kata sandinya, jadi aku bakal up di sini dengan judul yang sama tapi versi baru,semoga suka

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści