TERBENTUR HANCUR TERBENTUK

TERBENTUR HANCUR TERBENTUK

  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
Pernah tidak ? Semula detak itu baik. Detik itu normal, hari yang berganti selalu dinanti, bahagia meski dahaga. Air mata pun sukar berbicara. Segalanya hanya tentang tawa. Tak peduli entah itu di ridhoi-Nya atau tidak yang penting hati bahagia. Sampai pada suatu waktu, PRraaakkkk ! Ada peluru yang menembak ! Perih sekali,. Kemudian di pukul palu bertubi tubi ! Awhhh... Sakitttt ! air mata tak henti berseluncur di pipi. Remuk bubuk lebur, 3 kosakata yang mewakili keadaan hati. Mungkinkah semesta begitu membenci apa yang pernah ku lakukan ? ! Semesta katakanlah ! Benci kah engkau padaku hah ?! Ayo bicara ! Semesta hanya diam, enggan mengatakan apakah dia membenciku atau bagaimana adanya Perlahan semua terjawab, ternyata semesta membentukku. Bersama sebuah proses yang rumit, rumit sekali serumit apa proses semesta membentuk ? Yuk bacaa prosanya. Lihat selihai apa semesta memukul dan menggergaji batu sepertiku -anisa.fitriani -mohon kritik nya jika ada kesalahan ;)
All Rights Reserved
#140
romanceislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Story Of You
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Cuaca
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • Full Of Scratches
  • SENA
  • Memories in Moon
  • KHALILA AND OTHERS
  • Rainie ( END )

[UPDATE 2/MINGGU] #kisahraina Saat kisah cinta yang bermula manis, mendatangkan pahit yang teramat sakit. Kufikir kepercayaan dan ketulusan akan berakhir baik, tapi ternyata penghianatan sebagai balasan terkejam. Aku adalah serpihan yang tersisa dari ribuan keping hati yang telah kau hancurkan. Aku adalah air mata yang terus mengalir kala kau goreskan luka. Cintamu hanya sebatas janji, tak lebih dari kata-kata yang hanya di bibir sahaja. Andai waktu pertemuan kau dan aku hanya sepintas lalu, mungkin mencintaimu takkan pernah kulakukan. Kini tinggallah aku, dengan rasa kecewa atas semua luka yang kau berikan. Kini tinggallah aku, dengan sebuah harapan agar kau binasa. Coppyright©2018, By Maya Revelita

More details
WpActionLinkContent Guidelines