Diphylleia Grayi [MINO x JINWOO]

Diphylleia Grayi [MINO x JINWOO]

  • WpView
    Reads 1,297
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2019
"Kau seperti bunga Diphylleia Grayi. Di saat hujan membasahimu, kau perlahan menjadi transparan seperti akan menghilang. Kau terlihat rapuh namun tetap indah. Aku selalu merasa kau dapat menghilang kapan saja setelah hujan, dan itu selalu membuatku takut untuk kehilanganmu, lagi. Namun di saat bersamaan, melihatmu lagi sangatlah menyakitkan. Karena apapun yang kulakukan untukmu yang ada di 7 tahun lalu, selalu menyisakan penyesalan akan apa yang kulakukan padamu di masa depan." -MINO
All Rights Reserved
#9
jinu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • June | PJM
  • 「✔」DaeJae☆He and His Phobia
  • "FAKE LOVE" [[YOONMIN]]✔
  • End Of Time | Kookmin - Jikook (END)
  • Winner Fanfiction All Theme (SongKim)
  • Singularity
  • Downpour ✨Minhyun✔✔
  • Daybreak Rain (SoonHoon Twoshoot)
  • DANGEROUS [my]

"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya." gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya. ---- "Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June Keheningan, lagi. "Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi." Sebuah jeda. "Bunga ini untuknya." Untuk dia? "Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu." Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung? "June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015." ---- sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction

More details
WpActionLinkContent Guidelines