KATRILIA

KATRILIA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 29, 2019
broken home? Stres? Frustasi? Depresi? Apa yang sedang Tuhan rencanakan sebenarnya? ~KATRILIA RAMADHANI~ Ada perempuan yang harus gue jaga setelah mama gue, yaitu adik gue KATRILIA RAMADANI. ~ANDRA RAMADHAN~ 🐙🐙🐙 KATRILIA RAMADHANI Seorang gadis remaja yang memiliki keceriaan melebihi orang lain, tetapi keceriaan itu hilang dalam sekejap karena seorang lelaki brengsek? siapa dia? ANDRA RAMADHAN Seorang kakak dari Katrilia Ramadhani yang mempunyai sifat dingin dan cuek ke semua orang kecuali adiknya, seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya melebihi apapun. ....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Eliinaa
  • Andira [End]
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • CATUR [END]
  • Imaginary Boyfriend
  • ANDROMEDA (END)
  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • Long Distance Relationship(LDR)!
  • Broken Home [Complete]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines