CRAZY CEO
  • WpView
    LECTURAS 246,846
  • WpVote
    Votos 2,866
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 30, 2021
Leo memasuki koridor kantornya, seperti biasa tatapan dingin, tanpa senyum, tanpa menyapa pegawainya, dia menatap ke arah depan dengan tatapan sombong. Bukan hanya sombong tapi terkesan sangat angkuh. Tapi bagaimanapun ia, Leo tetap jadi idola di kantornya. Wanita mana yang tidak terpesona akan ketampanannya, kemapanannya, serta kekayaanya yang sudah di depan mata. "selamat pagi pak Leo". Sapaan terdengar dari meja resepsionis, senyum di sungingkan sangat manis oleh gadis itu. Namun, tetap saja Leo adalah Leo, si CEO dan pewaris tunggal Morris Company itu tetap melangkah tanpa menjawab sapaan orang-orang disekitarnya. Anehnya, tidak ada yang merasa kecewa dengan sikap Leo. Bahkan ada beberapa wanita yang loncat kegirangan setelah menyapa Leo, meskipun tidak ada jawaban, alay sekali bukan. Leo sangat muak dengan sikap manis wanita di sekelilingnya yang hanya silau akan harta. 'Sampah sekali' batin Leo dalam hati. Penasaran??? Dibaca yukk
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My First Love [END]
  • Esa Noche [COMPLETE]
  • CEO SANG ARUTALA
  • My Sweet Cherry
  • Burning Desire
  • Altezza ✓
  • R A H A S I A
  • The Unforgettable

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido