This Life is Mine

This Life is Mine

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 23, 2022
Hidup di tengah-tengah lingkungan yang hangat, memiliki banyak teman dan selalu dicintai tak selamanya menyenangkan. Pasalnya hidup itu berubah, bertemu dengan orang yang berbeda-beda. Ketika sudah terbiasa dengan lingkungan hangat, maka akan kaget jika berada di lingkungan dingin, dan ia sekarang merasakan ketidaknyamanan di lingkungan dingin. Satu per satu memperlihatkan sifat asli mereka. Orang-orang terdekat mulai berkhianat, bahkan orang-orang dalam keluarga. Ayah, ia menjadi sosok yang sangat dirindukan. Ia menjadi seseorang yang sangat dinantikan 'kepulangannya'. Kepercayaan kepada orang lain telah tiada. Namun, apakah kepercayaan tidak diberikan kepada orang yang baru dikenal? Jika diberikan, apakah orang baru tersebut dapat dipercaya? Jika tidak maka dunia memang sangat kejam.
All Rights Reserved
#233
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • SELF LOVE
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Allah, Masihkah Kau Bersamaku? [Telah Terbit]
  • Paradise
  • Kisah kasih di balik mereka.
  • ʟᴏɴᴇʟʏ ( HaliTau)  Season 1 End.
  • DENNIES
  • Silent
  • 🇮🇩ꦿwolf In Sheep's Clothing?࿐ [Countryhuman]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines