Story cover for Berteman Dengan Luka by EkhaAnn12
Berteman Dengan Luka
  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 3
Bersambung, Awal publikasi Agt 16, 2019
Bukan kata-kata yang membuatku jatuh dalam pelukmu. Namun kesungguhan yang terlihat dari matamu, walau yang kudapat hanya tipuan belaka. Perih sungguh. 
Orang yang sudah aku percaya, ternyata menoreh luka. Sangat dalam.
Tapi aku bisa apa? aku hanya anak dari panti asuhan yang tak tau dimana orangtuaku berada, apakah wajar aku selalu dikecewakan? karna alasan aku tak punya apa-apa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Berteman Dengan Luka ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#5ie
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Dear Fenly || Un1ty oleh elen_rue
24 bab Lengkap
Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Dear Fenly || Un1ty cover
Flight cover
Hanya Singgah cover
ALL MY WOUNDS  cover
Di Balik Nama Zella cover
Dibawah atap yang salah (hiatus) cover
Time For Opportunity cover
Hai, Kak! (END) cover
About me (aku bocah alay) cover

Dear Fenly || Un1ty

24 bab Lengkap

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.