Bumi Dan Palupi

Bumi Dan Palupi

  • WpView
    LECTURAS 585
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 17, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Kata orang, kita di beri kebebasan untuk mencintai siapa saja. Tapi hati selalu tidak bisa untuk diajak kompromi. Sekeras apapun kita menolak, pilihan hati tidak akan mungkin kita hindari. Andai saja bisa dengan mudah kita membidik sasaran siapa gerangan yang akan kita cintai, pastinya akan lebih mudah. Tapi hati berkata lain. Hati mempunyai pilihan sendiri, yang kadang kita sendiri berusaha menyangkalnya. Nyaris tiga tahun Palupi menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang juga dikenalnya sejak saat pertama kali menginjakkan kaki di SMA dengan seragam putih abu-abu. Ia tidak pernah menyangka jika hubungan ini bisa bertahan sejauh ini mengingat ini kali pertamanya ia berpacaran. Berawal dari keraguan hingga kini berubah menjadi sebuah keyakinan yang ia berikan kepada Bumi. Bumi Algavian. Namun sekuat apapun kita berusaha, akan ada badai yang menerpa tiap hubungan. Bertahun-tahun menjalani hubungan, nyatanya ada aspek yang membuat keduanya terpaksa berpisah dengan berat hati. Hanya waktu yang bisa menjawab, jodohkah mereka?
Todos los derechos reservados
#182
abdinegara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • HSM 1: OLYMPIADS [END]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Di Antara Mereka
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Back For Me (Completed)

Olimpiade Sains Nasional. Sebuah uji kompetensi seluruh siswa dan siswi Indonesia. Namun, tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, banyak kisah cinta yang terajut. Jati diri mereka terbentuk. Semua yang terlihat nyata terasa palsu. Perubahan sistem pelaksanaannya membuat mereka menemukan siapa mereka. Seiring berjalannya waktu, karantina yang hanya 2 minggu, mampu mengubah serpihan-serpihan kehidupan mereka. Di sinilah kita. Bersama mereka yang terus membangun mimpi mereka dengan tekad yang kuat. Keegoisan masa muda benar-benar terlihat nyata. Namun, apakah mereka mampu menemukan jati diri mereka? Atau malah hilang terbawa arus yang tak terbendung? Dan Mampukah mereka menggenggam erat tali pertemanan? Atau malah terkikis oleh rasa ego yang menggelora? Ini kisah mereka. Kusuguhkan khusus hanya untukmu. Credit cover by @remahan_bidadari ©copyright story by Dreamweavergirl

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido