We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
INTUISI

INTUISI

  • WpView
    Reads 1,166
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kita dekat namun tak terikat. Kau memberi harap namun bukan kepastian. Kau datang di saat kesepian, sedangkan aku tidak. . . Kau berhasil membuatku jatuh begitu dalam. Namun, aku tetap bangkit dengan sisa tenagaku. Ku berjalan tertatih menujumu. Menjadikanmu tujuan akhirku. Tapi, kau selalu bergerak berpindah arah. Yang kulakukan hanya mengejar kearah manapun kau pergi. Adakalanya kau menunggu, memberi sebuah harapan. Membuatku senang tak karuan. Tak lama, kau pergi tanpa pamit. Menghilang dari peradaban. Menyisakan luka yang semakin lebar menganga. Hingga tibalah seseorang yang hadir membawa kebahagiaan. Terbesit sejenak, untuk membuka pintu hati ini. Memberi kesempatan ia yang ingin singgah. Setelah ku coba tuk melupa. Menelan habis, semua rasa. Tiba-tiba.. Kau hadir tanpa diduga. Dengan senyuman manis, menjabat lembut tangan rapuh ini. Kau tau? Hancur, menjadi hal pertama yang selalu aku rasakan. Dengan mudah kau merusak segalanya. Dan kau tau? Tanpa sadar, kau mengajarkanku tuk menyakiti hati mereka yang telah berjuang. Dengan paksa kau masuk, tak memberi ruang lagi untuk mereka. Sekali lagi, kau memberiku harapan. Tapi tak kunjung juga kutemui kepastian. Lagi-lagi, kepedihan yang ku temui. Tetapi, mengapa hati ini tetap mencinta? Bodoh kah aku? Buta kah mata hatiku? Membiarkan semua hancur melebur pada hati yang tidak tahu diri. Yang mengharapkan kehadiran seseorang yang bahkan tak tahu hatinya untuk siapa. Masih pantaskah aku tuk mencinta? Masih berhakkah aku tuk dicinta? Dalam keheningan Ku berdo'a.. Untukmu, tuk tidak melakukan hal ini kepada selain, aku. Kini, ku serahkan semua Kepada-Nya. Tentang rasa dan harapan. Biarkan waktu yang akan menjawab. Terimakasih, telah hadir. . . KAMU adalah ketidak mungkinan yang pernah aku semogakan~ Reyna, 2019
All Rights Reserved
#187
kisahremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After My Prayed
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • Bianglala
  • From The Eyes
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Mine [SELESAI] ✔
  • Jayy.id

Aku masih bersama semesta Memandang langit kian lara Bergelut memperjelas kata Padahal hati menerka-nerka Bermula temu lantas merindu Hatiku berkelana tak tentu Sebait nada menyapa usang hatiku Aku berlari bersama doa Memperjuangkanmu tanpa jeda Saat diam bersahabat dengan keheningan Runtutan lafaz berbincang Bersimpuh menyebut namamu dengan Rabb-ku Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. Nah ini, aku buat cerita untuk para kaum-kaum di muka bumi ya😂 Awalnya aku cuma buat bait-bait ini untuk mengisi waktu luang, dan usaha melupakan(mu) yang berbanding terbalik dengan angan(ku). . . . . . Jika berkenan di hati monggo mampir, silakan mengkritik dengan bijak tanpa merendahkan. Dan jangan lupa Vote juga ya♥️ Terimakasih, salam dari Aku♥️, hehehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines