Hate Being Love

Hate Being Love

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 1, 2019
"Gua ga mau tau lo harus tanggung jawab!"kesal cinthya. Rayhan mengernyitkan halisnya, bukanya dia tadi yang salah, bahkan dia melanggar lampu lalu lintas,"tanggung jawab apaan coba emang gua ngeapain lo sampe lo hamil hah?"tanyanya sambil tertawa. Cintnya melotori rayhan yang masih tertawa lepas. "Dasar ambigu lu! Bukan itu maksud gua!"geramnya sambil menunjukan gigi taringnya kepada rayhan. "Terus apa? Tanggung jawab karena gua udah buat lo cinta ama gua!"kata rayhan, sambil terus tertawa. "SAKAREPMU REY! MAKSUD GUA LO HARUS TANGGUNG JAWAB KARENA LO UDAH BUAT GW TERLAMBAT BERANGKAT SEKOLAH GARA GARA LO!"kata cinthya dengan suara yang sangat keras. "Anjir telinga gua pengang banget!"kata rayhan sambil menutupi kedua telinganya dengan telapak tangannya."gua juga terlambat gara-gara lo". "Ah bikin puyeng aja mendingan gua kesekolah aja dari pada ngelayanin omongannya si SETAN!"kata cinthya sambil menekan kata setan diakhir kalimatnya tadi. "Setan tapi sayang kan!"godanya.
All Rights Reserved
#21
playgril
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • I LOVE SEBLAK
  •  ALZERA (On Going)
  • Janin menyatukan kita berdua
  • go to the past✓
  • Tanggung Jawab! - BL [ MPREG ]  [ SELESAI ]
  • dijodohkan paksa dengan musuh(On Going)

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines