Click

Click

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 18, 2019
Andin bertemu dengan Bagas di suatu event yang mereka tangani. Laki-laki manis itu memang selalu baik dan ramah pada semua orang. Namun teman-teman Andin bilang kalau Bagas memperlakukannya dengan teramat istimewa. Akhirnya gadis itu diam-diam memperhatikan semua perlakuan Bagas terhadapnya. Menurut Andin sikap teman setimnya ini masih dalam batas wajar dan normal. Tapi, semua pemikiran itu musnah saat dirinya mendadak sakit dan harus di rawat di Rumah Sakit. Bagas begitu perhatian dan merawatnya dengan sangat baik. Andin akhirnya menyadari, kalau dirinya dengan perlahan mulai bergantung dan menaruh harapan pada Bagas. Yang ternyata sudah punya pacar. "Mama... Kayaknya aku suka sama pacar orang" -Andin-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Love & Enemy
  • You Got It
  • Friendzone My Love
  • Only You Can Love Me This Way (ON GOING)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • PUSPAJALA (Hiatus)
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines