Story cover for Kakak Pramuka ku Is my future husband by IkaLiaraSari
Kakak Pramuka ku Is my future husband
  • WpView
    Reads 1,575
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 1,575
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Aug 17, 2019
"Aku mengetahui hal itu, kamu akan merasa kecewa karena telah menikahi ku" Ujar ku sambil menunduk mengusap air mata yang enggan melintas di pipiku 
"Ayo lah, jangan berkata seperti itu, aku telah menerima mu dengan apa adanya, dan akan membimbing mu dengan caraku sendiri" Ucap Dyno sambil menghela nafas panjang 
"Dyno, pergilah dan tinggalkan aku, ku mohon turuti kemauan orang tua mu, karena orang tua yang mengerti apa yang terbaik untuk kebahagiaan anak nya" 
"Tidak akan aku meninggalkan mu Laura, karena janji yang telah ku ucapkan diakhir pernikahan kita itu merupakan janji yang tidak akan pernah aku rubah dan yang tidak pernah ku ingkari, Camkan itu" Ujar nya sambil pergi meninggalkan ku di dalam kamar depan 
"Maaf Dyno, aku akan tetap pergi, maafkan aku yang tidak bisa menjadi seorang istri yang baik buat kamu, selamat tinggal my Husband"
All Rights Reserved
Sign up to add Kakak Pramuka ku Is my future husband to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Apakah kamu ingin menikahiku? by Aisya_Zahrah
26 parts Complete Mature
Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan
super puber  by michelleariirham
24 parts Complete
kok tumben dito ajak ketemuan atau jalan ya kok gw ngga tau apa dia mau move on dari zahra apa dia tau kebusukan zahra sabar ya dit gw akan selalu ada buat lo kerana gw cinta sama pasti lo peka sama perasaan gw ke lo gw saranin lo move on dit move on aja oky gw ngerti lo ngga suka cwek cengeng kaya zahra lo benar dit gw cengeng cuma kangen cwok atau oma nenek oppa kakek gw om atau tante gw tapi satu hal yang lo tau gw pernah kehilangan om gw itu gw nangisnya bukan main gw tiap hari nangis terus sampe bondan aja bingun harus ngapain apa lagi chica coba yang sahabat gw dari kecil dia tau gw sayang banget sama gw untungnya sekarang om gw udah same tante gw lagi om gw kapok tinggalin tante sendiri tante gw juga sedih banget waktu lagi hamil lagi udah mau punya anak tapi om malah meninggal kerena kecalakan waktu mau pulang ke rumahnya dan kali ini tante gw udah sehat dan lagi ngurusin anaknya dan juga om gw setiap pulang kerja ngga mau bawa mobil ngebut gw ngga mau lo senasib om tante gw ya dit gw sayang lo *bulbul ( me ) bul makasih ya gw peka kok sama persaan lo ke gw dan gw bakalan ikutin saran lo gw mau move dari zahra gw tau lo baik ngga kaya zahra sih sukanya nangis aja cengen aja gw ngga suka bul cwek kaya dia mending kaya lo ceria dan selalu bahagia lo kalau nangis biasaya itu kangen sama cwok kehalangan yang lo sayang kaya oma atau nenek lo gw bisa maklumin itu kok kerana oma atau nenek lo itu bagain dari keluarga lo bul gw pasti ngerti persaan lo kehalang satu keluarga yang lo sayang dan cinta buat gw wajar ko kehilangan kerana itu masih termasuk keluar ga lo *dito ( ari irham ) bulbul drama queen banget sih gw aja nangis cuma ngga mau putus sama dito lo parah dari gw lo drama queen bul asal lo tau dito pacar gw wajar sikapnya dingin sama gw tapi gw ngga mau putus sama dia gw sayang sama dia gw cinta sama gw juga ngga bisa hidup tanpa dia gw bukan siapa siapa tanpa dia asal lo tau itu bul gw benci sama lo dan lo masuk kehidupan gw *zahra ( aisyah )
You may also like
Slide 1 of 9
Apakah kamu ingin menikahiku? cover
Setulus Cinta Zara cover
the other side cover
• EUTANASIA • cover
Dinamika Ditengah Arus Waktu  cover
istri kedua tuan wang. (yizhan) cover
Badboyku Imamku cover
KEMBALIKAN DIA PADAKU  cover
super puber  cover

Apakah kamu ingin menikahiku?

26 parts Complete Mature

Saat Jin Nian hendak bertunangan, dia memergoki pacarnya yang mabuk menelepon cinta pertamanya sambil menangis. "Tolong beritahu aku bagaimana aku bisa berhenti memikirkanmu!" "Berhenti menangis. Kalian berdua sebaiknya menikah saja. Jangan pernah meninggalkan satu sama lain!" seru Jin Nian. Jin Nian membatalkan pertunangannya tanpa ragu, namun kerabatnya memarahinya karena tidak mengerti. Merasa lelah, Jin Nian menghubungi sahabat masa kecilnya, Lu An, di internet. "Apakah kamu ingin menikahiku? Kita mengenal satu sama lain dengan baik. Mari kita puas dengan pengaturan ini." Satu detik setelah dia mengirim pesan, Lu An menjawab. "Apakah bersamaku dianggap berhasil?" "Tidak tidak tidak. Anda memiliki rumah yang mahal dan mobil yang mahal. Kamu jauh di luar kemampuanku!" "Bawalah buku rumah tanggamu. Saya akan menemui Anda di depan Biro Urusan Sipil," kata Lu An. "Hah?" Jin Nian bingung. Itulah kisah bagaimana mereka menikah dalam sekejap. Suatu malam, mantan pacar Jin Nian menyadari bahwa dia tidak bisa melupakannya. Dia bersiap untuknya kembali bersamanya. Yang mengejutkannya, orang yang membukakan pintu adalah suami Jin Nian, Lu An! Lu An mengenakan jubah mandi, dan terlihat gigitan cinta di lehernya. Dia tersenyum samar. "Apakah kamu mencari istriku?" *** Suatu pagi setelah pernikahan mereka terbongkar, Jin Nian terbangun dengan perasaan pegal di sekujur tubuhnya. Dia tidak sengaja mendengar Lu An berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang menyiram bunga di balkon, dan ada sebatang rokok di antara bibirnya. Dia mencengkeram ponselnya di antara leher dan bahunya. "Saya tidak peduli berapa banyak uang yang Anda tawarkan kepada saya. Yang aku inginkan hanyalah Jin Nian." Jin Nian terdiam. Dia tidak perlu membesar-besarkan kisah cinta palsu mereka! Belakangan, Jin Nian secara tidak sengaja menemukan sebuah buku tua di rak. Itu adalah hadiahnya untuk Lu An pada ulang tahunnya yang kedelapan