REVANO
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 11, 2019
Hujan datang lagi sore ini serta senja ikut didalamnya, kali ini diiringi dengan air mata yang turun. Raina merapatkan jaket hijau lumutnya lalu duduk di balkon sekolahnya sambil menikmati bau hujan yang khas. Namun itu dulu. Kini ia kembali terseret oleh kenangan, senja itu sama dengan senja ini, dengan biasan matahari samar-samar nampak warna pelangi muncul di sebelah barat kota Bandung, bulan tidak nampak kali ini, hanya ada awan gelap yang beradu di sudut cakrawala. Persis, seperti kala itu saat sesuatu terjadi dan ia mulai membencinya. Larut dalam kenangan itu, raina tidak sadar bahwa sedari tadi ia di perhatikan oleh seseorang di kala ya sudah sadar akhirnya beranjak menuju ke dalam karna tidak ingin lagi mengingat nya 'sakit' itu yang di rasakan raina ketika ia mengingat nya, raina baru sadar bahwa revano ada di dekatnya. revano menghampirinya. "Kenapa?." tanya revano "Kecewa." jawab raina membuat revano bingung apa yang dikatakan raina Ia raina sudah tau semuanya apakah harus raina menanyakan atau menunggu revano mengatakannya sendiri. Dan masih pantaskah raina berjuang atau pergi. <<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Gimanaaaaa???? pokoknya readers harus komen dan like gimana sama ceritaa ini oke. [UPDATE SESUAI MOOD] HANYA UNTUK ORANG YANG SABAR MENUNGGU
All Rights Reserved
#35
gilr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • The Mistake of My Life
  • Lingga [SELESAI]
  • ketika senja menyapa
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • Rianbow [SHS 1]
  • COMPLICATED
  • AlReGa [END]√
  • Kapasitas Semesta
Rindu

Maaf.." Hanya kata itu yang bisa Dimas ucapkan Rindu pun hanya diam, dia tidak mau bicara sama sekali dengan cowok jangkung yang duduk di sebelah nya ini "Maaf in gue, gue... gue.. engga sengaja" Dimas mulai menunjukkan wajah sendu nya, penuh rasa bersalah yang mendalam Rindu menutup telinga dengan kedua tangan nya sambil menundukkan kepala ke bawah Sama sekali tidak mau mendengar apa-apa lagi, rindu merasa jijik dan merasa kotor jika dekat Dimas saat ini, rasa trauma itu terus mengguncang jiwa nya "Lo kenapa?" Tak ada sahutan apa-apa dari rindu, hingga tiba-tiba tubuh rindu jatuh lemas menghantam bagian depan mobil Dimas pun kaget dan langsung menepikan mobil nya "Hey .. lo kenapa?" Dimas menepuk-nepuk pipi rindu pelan berusaha menyadarkan rindu yang tiba-tiba pingsan "Rindu" {banyak konflik yang terus bergulir, rindu pun bertemu dengan seorang laki-laki selain dimas yang tiba-tiba hadir dalam hari-hari nya. Mampukah rindu meraih kebahagiaan nya?????}

More details
WpActionLinkContent Guidelines