Sepucuk Cinta Untukmu

Sepucuk Cinta Untukmu

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kerinduan dan doa, untukmu kelak yang akan menjadi samudra tempatku berlayar. Inilah seepucuk surat cinta, ketika bertemu kelak. Akulah si tukang pos yang ingin singgah di ruang hatimu. Menjadi tamu yang akan menetap di rumah jiwamu. Kelak akan kita baca berdua perihal kata sederhana ini. Ini hanya kerinduanku yang mendalam, kesabaranku perihal penantian. Harapanku untuk bisa menjadi bidadarimu, syurga bagi anak - anakmu, kelak yang akan memanggilku dengan sebutan, Ibu. Inilah sepucuk yang akan mengabadikan setiap doa dan impianku, untukmu. Jodohku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Zahra Gara
  • Kekasih Impian✔
  • Semburat Cinta
  • Sepatah Kata ✔️
  • Ku Sampaikan Cinta Ini Dalam Do'a
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Gus Pilihan Sang Abi
  • Bring Me To Jannah
  • Ketika Cinta Mulai Menyapa

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines