Positive + Negative

Positive + Negative

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 14, 2020
"Secara insting, orang tua itu emang lebih sayang ke anak terakhir" Sarah tidak tahu mau berkata apa. Mungkin karena ayahnya kalah dari bebek, Sarah merasa tercubit. Secara insting? Bebek saja menyayangi seluruh anaknya. Sarah merasa malu sekarang. Tapi, di lain sisi apa memang benar? Oh atau dirinya memang sangat buruk, otomatis mereka menjauh. Apa seburuk itu? Kalo dipikir-pikir, memang seburuk itu. Sampah banget. "Sarah, mau ikut gak?" "..." "Ayo ikut. Lo harus menjauh dari lingkungan kayak gini, tapi jangan baper ya gue kan emang baik sama semua orang"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf, Dara.
  • Paradise
  • Maaf✓
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Sejenak Luka
  • Albel
  • Breathe
  • Eliinaa

"Kita emang nggak indah di akhir, tapi kita 'pernah' saling membahagiakan." ***** Dara, siswa SMA yang dipertemukan dengan kedatangan Aksa di hidupnya. Siswa nakal, hobi berantem, buat ulah, dan cari masalah. Kedatangan Aksa di hidupnya, ternyata mengukir kisah bahagia, tapi tidak bertahan lama. Karena nyatanya, semuanya terlalu sakit untuk bersama. Pada akhirnya, kisah mereka usai pada masa putih abu, dan, masa nya sudah selesai. ***** "Gue ngelepas lo dengan terpaksa, kalo di bilang masih sayang ya sayang banget sebenernya, tapi lo pantes dapetin orang yang lebih baik dari gue." - Aksa "Janji ya setelah nggak ada gue dikehidupan lo, lo harus jauh lebih bahagia dan temukan orang yang bisa memahami lo lebih dari gue." - Dara *****

More details
WpActionLinkContent Guidelines