Perkara
  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 13, 2021
[COMPLETED] "Kalau ternyata dia punya perasaan ke kamu gimana?" "Gak mungkin, Bun." *** Aku dan Ryan adalah sepasang sahabat. Atau, itulah yang terpatri di otakku tentangnya. Persahabatan sebatas pengakuanku jelas saja mengundang perkara ke dalam hidupku. Ini bukan tentang cinta dan romantisme awalnya. Akan tetapi, ini tentang bagaimana aku menghadapi Ryan yang seakan tak lebih baik dari perempuan merepotkan yang selalu kuhindari dari lingkup pertemananku. Semua baik-baik saja sampai di suatu waktu Ryan secara tidak langsung mengungkap sesuatu yang bahkan tidak pernah terbayangkan olehku. Sejak itu, aku tak tahu akan dibawa ke mana hubungan persahabatan sepihak kami ini. *** per·ka·ra n. masalah; persoalan, urusan (yang perlu diselesaikan atau dibereskan), tentang; mengenai, karena. By. Reisyifa
All Rights Reserved
#730
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Are You The One Tied to Me?
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • DIARY RISA [COMPLETED✅] [REVISI]
  • Cewek Cuek [Completed]
  • 4A
  • My Three Brothers [Terbit]
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]
  • Aku Takut Dicintai
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

Semua orang punya titik balik. Dalam hidup, dalam mimpi, dalam perasaan. Dan terkadang, titik balik itu hadir lewat orang yang tak kau duga, di saat yang paling tak masuk akal. Namaku Rain Anak organisasi. Perfeksionis. Rasional. Terlalu terbiasa memetakan semuanya menjadi rencana. Dan di dalam setiap rencanaku, selalu ada satu nama yang seperti gangguan: Raib. Rival paling abadi. Cermin yang paling merepotkan. Tapi juga satu-satunya orang yang benar-benar selalu menantangku. Kami saling bersaing di medan yang sama-ruang rapat, hasil evaluasi, dan perdebatan yang tidak pernah selesai Tapi semakin aku beradu dengannya, semakin aku sadar, tidak semua lawan harus dikalahkan. Kadang, mereka hanya butuh dipahami. Lalu datang Kenza. Si-Kapten basket. Bukan anak organisasi. Tapi justru itu yang membuatnya mencolok di mataku. Ia seperti jeda yang tidak pernah kuminta kepada Tuhan, tapi diam-diam kubutuhkan. Seseorang yang muncul tanpa pretensi, tapi menghadirkan pertanyaan paling sulit yang pernah kutemui: apa sebenarnya yang sedang kucari? Dalam riuhnya proposal kegiatan dan jadwal padat rapat, dalam tatap mata yang tak selesai antara aku dan Raib, dan dalam keheningan canggung bersama Kenza, aku belajar. Bahwa kadang yang paling berarti bukan siapa yang paling sering hadir, tapi siapa yang membuatmu diam dan berpikir ulang tentang dirimu sendiri. Interlinked adalah tentang benang-benang yang tak terlihat, tapi nyata. Tentang rivalitas yang tumbuh menjadi penghargaan, dan tentang perasaan yang perlahan memanggil pulang-dari tempat yang tak pernah kau sangka. Karena dalam hidup, orang-orang datang bukan hanya untuk tinggal. Ada yang datang untuk mengubahmu. Pelan-pelan. Dalam. Dan tidak terduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines