HILANG
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2020
Senyum, Lengkungan sederhana yang sulit ditebak artinya. Bagi Alma menebar senyum bagi semua orang bak mentari. Tak perlu terlalu terang. hanya cukup ada tuk bersinar. Walau kadang yang terlihat tak sebagaimana mestinya. Sama halnya mentari yang berseri namun dalam serinya itu ada panas yang membara. Tak perduli apa yang terjadi, menciptakan secerca tawa bagi orang lain lebih penting walau dirinya sendiri dilanda kerapuhan. Diam, Bahasa terbaik untuk dia yang asik dengan dunianya. Bukan sombong melainkan ketidaknyamanan dalam dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain terlebih yang baru dikenalnya. Mengamati sekitar adalah hal yang menarik baginya, termasuk mengamati gerak gerik serta ucapan seseorang untuk ditarik kesimpulan hasil pengamatanya. Sungguh sistematis sekali hidupnya, Dasar manusia kaku. Aneh, Ketika seorang Alma dipertemukan dengan manusia kaku seperti dia. Hingga tak sadar alma terjebak dalam konflik hati yang membuatnya merasakan kekecewaan. Akankah alma bertahan mengharap hujan ditegah teriknya mentari? ataukah alma memutuskan pergi?
All Rights Reserved
#139
pertanian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Keluarga di Ujung Senja
  • Amor Almira
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Qiyamah Senja-completed
  • LUKA
  • ALENZA
  • ALFAREZI [On Going]

Di sudut kota yang tenang, di mana waktu seakan berhenti, terdapat sebuah rumah sederhana yang dikelilingi oleh kebun penuh bunga. Di situlah Amara, seorang gadis remaja, menghabiskan harinya. Setiap sore, saat matahari mulai merunduk di balik horizon, ia akan duduk di teras, menyaksikan keindahan langit yang berubah warna. Senja menjadi waktu istimewa baginya, di mana ia merasa terhubung dengan keluarganya. Keluarga Amara terdiri dari tiga jiwa yang saling melengkapi: Mama yang selalu bijak dengan nasihatnya dan Papa yang penuh semangat dan humor. Dalam kebersamaan mereka, Amara mulai merasakan ketegangan yang tak terlihat-perubahan yang perlahan mengubah dinamika keluarga mereka. Dalam perjalanan menjelajahi cinta dan kehilangan, Amara menyadari bahwa setiap senja menyimpan cerita yang menunggu untuk diungkapkan. Ketika langit kelabu berhiaskan kilauan bintang, Amara bertekad untuk menemukan makna sejati dari ikatan keluarganya. Di ujung senja, setiap detik berharga menjadi pengingat akan cinta yang takkan pernah pudar, meski badai menghadang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines