Pernah yang akhirnya punah

Pernah yang akhirnya punah

  • WpView
    Leituras 281
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadConcluída qua, ago 25, 2021
Aku pergi.. Karna ingin mengakhiri.. Kelelahan hati.. Yang tak sanggup lagi ku hadapi.. Tak bisa ku pahami.. Mengapa bisa terjadi? Perasaanku yang begitu dalam.. Atau perasaanmu yang mudah padam.. Kau pernah yakinkan aku.. Didepan orang tuamu.. Sampai hilang raguku.. Dan tak lagi mampu.. Menerka hal buruk tentangmu.. Tapi kini berbeda.. Tak lagi sama.. Kau berubah begitu cepat.. Berlari bagai kilat.. Membuat aku bertanya tanya? Atau mungkin semua karna NYA.. Atau barangkali kau mengidap amnesia.. Hingga bisa mudah untuk melupa.. Aku masih tak percaya.. Dan masih menyangkal semuanya .. Seperti katamu.. Diri NYA hanya teman semasa kecilmu.. Tapi kini semakin tak bisa dimengerti.. Aku bisa melihatnya dengan rinci.. Kau mengambil waktu yang kita punya.. Untuk kau habiskan bersama NYA.. Tak ku sangka.. Ku kira kisah kita.. Akan berakhir di KUA.. Yang ada hanya menyisahkan luka.. Terimakasih sudah memberikan rasa.. Yang pernah ada.. Walau Singkat.. Hanya Sesaat..
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALVIN (On Going)
  • Rasa Tanpa Kata
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • DikaRanggi
  • Sekali Lagi (End)
  • Sekian Kalinya [END]
  • Cerita Tentang Kita
  • IF YOU
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo