Life On 50%

Life On 50%

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Masalah pertemanan kadang rumit,berteman gak usah dibawa serius. Semua yang membuatmu nyaman,itulah temanmu,sahabatmu." Dion berkata dengan tenang. Senyum tulusnya menenangkanku yang tengah gentar menghadapi masalah kehidupan. "Gak semua temen 100% positif buat lo,saring semuanya,ambil baiknya. Serius perlu,bercanda juga perlu. Seimbangin keduanya." lanjutnya. Tercenung sembari memahami setiap ucapannya,sekaligus menghapus pikiranku tentang 'asalkan hidup se-enteng novel fiksi'. Semua orang sudah dijatah porsi masalahnya masing-masing. Semakin masalah itu dihadapi,semakin berkuranglah masalahnya. Semakin kita menghindar,semakin mengantre-lah masalah lainnya. Inilah aku,Andita Satriavi Adininggar dengan segala keluh kesahku tentang hidup. Note: Dalam cerita ini,terdapat beberapa bahasan dan terbaur antara fiksi dan nonfiksi(karena sebagian cerita penulis akan tersemat dalam cerita ini).
All Rights Reserved
#366
hidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • HANNA
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • HALOALKANA
  • This Is My Story In My Life
  • The Knife Smelled Like A Flower
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • SELESAI (Say Goodbye)

Kehidupanku biasa saja. Membosankan dan menyebalkan. Entah mengapa ibu-ibu kaum nyinyir melabeliku sebagai orang bermasalah. "Oke, aku kuat." Itulah yang berkali-kali aku tanamkan dalam benak. Kuat. Kesehatanku memburuk akibat kebiasaan hidup tidak sehat; begadang, telat makan, makan makanan rendah gizi, dan tambahan beban pikiran. Begitulah akhir kisahku, salah satu korban kerasnya kehidupan, berakhir. Sayangnya aku salah! SALAH BESAR. Aku justru terlempar ke dalam novel ciptaan temanku sebagai Laura. Aku tidak keberatan menjalani hidup kedua. Namun, beda cerita bila aku adalah si antagonis yang bahkan tidak memiliki aset bernilai jutaan. Izinkan aku hidup mewah! Mewah! Oke, lupakan mengenai hidup sebagai nona besar. Masa bodoh dengan plot, mengubah cerita, merayu tokoh utama, dan bersikap baik kepada Sarah, si FL. Berhubung aku menempati Laura ketika dia masih SMA, maka lebih baik aku mempersiapkan hidup di masa depan semapan mungkin. Dengan kata lain: Sayonara, wahai para tokoh mulai dari kelas kroco sampai kakap. Aku akan hidup mandiri dan silakan saling bunuh memperebutkan Sarah. Aku tidak peduli! Akan tetapi, semua karakter sepertinya ingin mengganggu rencana hidup mandiriku. Mulai dari FL yang ngotot ingin menolongku, ML justru menawariku aset senilai jutaan, bahkan Villain pun mulai berubah haluan mencari cinta. Pasti ada yang salah dengan mereka semua. Mereka aneh! ANEH. Oh tolong, tolong izinkan aku hidup damai. Oke?

More details
WpActionLinkContent Guidelines