Story cover for Batavia 1920 by elsabintangrahayu
Batavia 1920
  • WpView
    LECTURAS 38,105
  • WpVote
    Votos 5,218
  • WpPart
    Partes 45
  • WpView
    LECTURAS 38,105
  • WpVote
    Votos 5,218
  • WpPart
    Partes 45
Concluida, Has publicado ago 19, 2019
TAMAT (PART MASIH LENGKAP)‼️

/// Luna Ayunda\\\

Saat itu aku merasa sangat bahagia. Mungkin aku adalah satu dari seribu orang paling beruntung di bumi-karena mengalami sesuatu yang paling ajaib sepanjang hidupku.

Aku bertemu dengan seorang seniman jalanan hebat di kota Batavia. Lebih ajaibnya lagi, pertemuan itu terjadi pada tahun 1920. Aneh? Bukan. Ini ajaib.

Semua bermula dari sekeping koin yang diberikan seorang kakek entah siapa, yang kutemui di kereta. Tidak masuk akal, memang. Tapi nyata. Koin itu seperti tiket lintas waktu-membawaku ke masa jauh sebelum aku dilahirkan.

Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas. Kehidupan di masa itu. Keramahan orang-orang pribumi Batavia. Ramainya kota. Megahnya bangunan-bangunan tua. Karya seni yang memikat-dan dia, sosok yang berbeda dari laki-laki mana pun yang pernah kutemui.

Aku bersiap melanjutkan mengetik, meregangkan jari-jari yang mulai lelah, padahal baru tiga puluh menit berlalu.

"Luna!"

Suara seorang pria menghentikan aktivitasku. Dialah yang kutunggu sejak setengah jam lalu.

"Malik."
///
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Batavia 1920 a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#701perjalananwaktu
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Prambanan Obsession (END) de an11ra
63 partes Concluida Contenido adulto
Perjanjian telah dibuat antara Bandung Bondowoso dan pasukan jin. Namun, semesta sepertinya tahu bahwa kegagalan terjadi karena kecurangan yang dilakukan oleh Roro Jonggrang. Roda nasib berputar di luar kendali. Masalahnya, perjanjian gaib tidak dapat dipatahkan begitu saja. Maka konsekuensinya, semua yang terlibat terbelenggu oleh ruang, waktu dan karma. Kejadian akan terus terulang hingga mereka semua memenuhi janjinya. Bandung Bondowoso tidak sama sekali mengalami reinkarnasi karena ternyata dia tak pernah bisa mati. Dibunuh atau bahkan bunuh diri tidak membuatnya mati. Hidup sebagai makhluk abadi untuk menunggu entah apa. Ratusan bahkan lebih dari seribu tahun berlalu hingga netranya melihat sosok mirip dengan wanita yang dicintainya sekaligus dibencinya. Apa Roro Jonggrang reinkarnasi? Tidak mungkin. Penjelasan masuk akal adalah keturunan Prabu Baka tidak habis karena bisa jadi dia memiliki anak lain selain Roro Jonggrang. Apa sang keturunan yang entah keberapa ini akan berkewajiban memenuhi karma dari nenek moyangnya? Akankah sejarah terulang lagi? Bukankah darah lebih kental daripada air. Maka keturunan pengkhianat kemungkinan besar menjadi pengkhianat juga. "Paling tidak, penuhi janjimu terlebih dahulu. Jika setelahnya kau mau kabur atau mati, silahkan! Aku tidak akan menghalangi. Asal kau tahu, aku juga ingin bisa mati seperti manusia-manusia lain. Apa menurutmu hidup abadi itu menyenangkan, haah? Tidak sama sekali. Rasanya sangat... sangat... sangat melelahkan!" ~ Bandung Bondowoso a.k.a Banyu Wisesa Gananantha ~ "Ck, dasar pria gila. Kau ini sedang mabuk atau habis nyabu?" ~ Dara Mahisa Suramardhini ~ PERHATIAN!!! ✾ Another level of Roro Jonggrang's story ✾ Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa itu hanya bagian dari pengembangan cerita.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.
SINGASARI, I'm Coming! (END) de an11ra
70 partes Concluida
Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.
Boneka Ungkapan Sayang de KholifahZean
12 partes Concluida
"Maksud lo?" "Ya secara lo kan nanti beruntung, dapat laki-laki tampan, cerdas, dan mempesona kayak gue," "Ck, lebih baik gue sama Kak Nusa aja. Di banding sama cowok menyebalkan kayak elo itu." ujar Ziva sambil menunjuk kearah cowok tersebut. "Gue saranin lo jangan deket-deket sama manusia kutub kayak dia deh." "Kenapa? Lo suka juga sama dia?" "GUE NORMAL YA ZIVA! Gue ini masih suka sama cewek!!!" "nggak percaya gue. Gue liat lo lebih sering sama temen cowok lo." "Makanya punya mata tuh dibuka! Gini nih akibatnya kalo punya mata sipit. Tapi, digunain cuman buat merem doang," Ya, itulah Ziva. Siapa yang tidak mengenalnya? Seorang siswi pindahan dari London yang langsung membuat geger satu sekolahan karena suatu hal yang sepele. Apalagi penampilannya yang berbanding terbalik dengan sikapnya. Membuat orang tercengang dengan gadis tersebut. Begitupun dengan cowok famous bernama Jonathan. Tiap harinya ada saja yang di ributkan sampai membuat sahabat-sahabatnya mengelus dada. Tapi, ketika Jonathan dan Ziva makin akur. Suatu hal yang tak terduga terjadi. Ketika seseorang dimasa lalu Ziva hadir mengusik kehidupan Ziva sekarang. Bukan hanya itu dia juga selalu memberikan Ziva sebuah boneka yang tentu saja itu sebuah hadiah yang sangat Ziva sukai. Tapi, dibalik itu semua membuat Ziva diatas kebimbangan mengenai perasaannya. Akankah ia memilih masa lalunya? Atau memilih Jonathan yang merupakan sosok yang baru singgah dan memberikan warna di hidupnya? Early publish 171120 MAAFIN KHANIFAA YA, APABILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ATAU KESAMAAN DALAM ALUR, TOKOH, TEMPAT, ATAUPUN KARAKTER DALAM TOKOH. KARENA ITU TANPA UNSUR KESENGAJAAN. DAN JUJUR AJA CERITA INI TUH REAL DARI IMAJINASI KHANIFAA SENDIRI. JADI, DIMOHON BUAT PARA PLAGIAT JANGAN PLAGIAT CERITA KHANIFAA KARENA BUAT CERITA ITU BUTUH PERJUANGAN
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Seratus Meter Dari Hatimu cover
PEWARIS CINCIN KUTUKAN cover
DUNWICH  cover
The Heart of a Beast (COMPLETED) cover
Prambanan Obsession (END) cover
ngger adalah vandyku cover
SINGASARI, I'm Coming! (END) cover
Boneka Ungkapan Sayang cover
The Past Keeper : Maliaza Ambaraningdyah cover

Seratus Meter Dari Hatimu

17 partes Continúa

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.