Ayah, Dunia Tak Semanis Permen

Ayah, Dunia Tak Semanis Permen

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 20, 2019
Ini bukan tentang permen. Ini bercerita tentang seorang gadis berusia 20-an yang sedang mengartikan makna hidup yang sesungguhnya. Proses pembentukan jati diri yang penuh lika-liku setelah kehilangan sosok ayah yang sangat ia cintai, ia harus tetap bertahan hidup bersama ibunya, menggapai setiap mimpi-mimpi walau banyak rintangan menghadang dan bertemu dengan berbagai karakter manusia. Dunia tak semanis permen. Begitu banyak rintangan dan cobaan yang harus ia lalui. Airmata, sakit hati, depresi, bahkan keinginan untuk mengakhiri hidup pernah terlintas dibenaknya. Lalu jalan mana yang lantas dia pilih? Berhenti disini dan mengakhiri semuanya atau terus melangkah sampai menemukan setitik cahaya yang sesungguhnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Korban Ghosting
  • Xless Marriage
  • Di Bawah Langit yang Sama, Tanpa Jejakmu
  • Yang Tak Terucap...
  • LIO And His Daughter
  • 7th Anniversary

--- Ethan menjalani hidup yang tak mudah-menjadi tumpuan satu-satunya bagi adiknya, Mira, yang terpuruk dalam depresi setelah tragedi kelam, dan ibu mereka yang terbaring sakit tanpa harapan. Di tengah hening yang penuh luka, Ethan menahan rasa sakitnya sendiri, menyembunyikan penyakit yang perlahan menggerogoti tubuhnya. Namun, segalanya semakin runtuh saat sang ayah yang telah lama pergi tiba-tiba kembali, membawa luka lama yang belum sembuh dan ambisi untuk memisahkan Ethan dari keluarganya. Di antara tekanan, air mata, dan rahasia yang menyesakkan, Ethan tetap berdiri-menjadi dinding bagi adiknya dan cahaya terakhir untuk ibunya. Ini adalah kisah tentang cinta dalam diam, pengorbanan tanpa pamrih, dan harapan yang terus menyala meski diterpa badai. Tapi... tidak semua perjuangan berujung bahagia. Kadang, bahagia datang saat segalanya telah terlambat. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines