CINTA DAN LUKA

CINTA DAN LUKA

  • WpView
    Reads 407
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2020
Kegagalan terjadi dalam hidup kita bukan hanya karena kita tidak memiliki semangat hidup, tetapi karena kita terlalu larut dalam masa lalu dan terlalu khawatir untuk menjalani apa yang akan terjadi di kemudian hari. Jangan sampai masalalu membuat diri kamu takut untuk melangkah kedepan. Seperti Aqila dan lingga Mereka berdua memiliki masalalu yang mirip. Menyedihkan dan terlalu kejam untuk di ulang kembali namun mereka bisa menutupi masalalu mereka dengan cara mereka sendiri. Namun mampu kah mereka keluar dari masalalu nya dan kembali mengenal cinta? Inilah kisah mereka dua anak remaja yang pernah dikecewakan begitu dalam oleh orang yang amat mereka sayang mampu kah mereka keluar dalam jebakan maslalunya? Ntahlah hanya waktu dapan menjawabnya. "Kau mampu berlari dengan menebar senyum, sedangkan aku terpaku tak sanggup memelukmu, karena bagimu keadaanku ini adalah ketiadaan yang tak pernah ada" -Aqila citra anggraeni "Kurasa aku takut bahagia karena setiap aku merasakannya, sesuatu yang buruk selalu terjadi" -lingga mahardesa "CINTA DAN LUKA"🖤
All Rights Reserved
#25
qila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Separuh Ragaku [On Going]
  • Sekali Lagi (End)
  • Hidden love At School
  • If It's You
  • Mahligai Sunyi
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines