SENJA

SENJA

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2019
Mungkinkah takdir selucu ini ?,ha..aku pun tidak terlalu paham. Haruskah aku bercermin kepada langit ? Ataukah kepada bulan? Akupun masih bingung dengan diriku sendiri. "Bisakah kamu tinggal lebih lama ?" pintaku kepada seseorang yang cukup berarti bagiku . "Maaf aku tidak bisa ,kamu akan menemukan kebahagiaanmu sendiri begitupun dengan diriku ,dari awal kita tidak pernah sejalan ,sekali lagi maaf ." balasnya dengan pelan. "Lucu sekali kamu berkata begitu ,apakah sekarang kamu ingin bilang kalau ini hanya lelucon?,aku menantikan itu " sambarku sambil menelan rasa pahit akibat dicampakkan. "Sekali lagi maaf .." diapun pergi tanpa menoleh ke arahku lagi ,meninggalkan sebuah luka yang cukup menganga. Dan kisah hidupku pahit manisnya yang disaksikan oleh segaris merah di ufuk barat. Bahasa sedikit kasar ,mohon dimaklumi bila ada kesalahan penulisan ,masih belajar. Ide murni dari diri sendiri Untuk 15 keatas ... Jan lupa kritik dan saran .
All Rights Reserved
#20
youngforever
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bandung Dan Segala Lukanya
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 💞Takdir Cinta💞
  • WEDDING VOWS
  • A Feeling
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • My Duchess / End

"Bianca, kamu tampak sempurna. Apa kamu tidak lelah?" Aku menunduk, tersenyum pahit. "Kak, aku tidak sempurna... bahkan jauh dari kata itu. Aku terlalu kotor untuk disebut sempurna, bagaikan ulat kecil yang bersanding diantara kupu-kupu indah." Pikiran ku berkecamuk, aku tahu betapa kecilnya diriku-seperti beban yang tak diinginkan, hama yang tak berguna. Aku merasa kotor, lemah, menyusahkan. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa hidup begitu terasa menghukumku? Apa tujuan ku hidup? Apa yang membuat Tuhan, mentakdirkan diriku untuk terlahir di dunia? Namun, di tengah kekelaman itu, aku bertemu dengannya-Seovurt Skara Vieun. Kehadirannya seperti cahaya yang menembus dinding sepi di hatiku. "Kak Seovurt, kata orang Bandung itu indah," ucapku perlahan. Dia hanya tersenyum, tatapannya seakan melampaui waktu. "Memang, tetapi tidak dengan kenangan-kenangannya. Bandung terlalu menyakitkan untuk sekadar disebut kota kembang." Seovurt... Dia seperti payung di tengah badai. Memberiku perlindungan yang membuatku merasa berarti, meski hanya sejenak. Seovurt, entah mengapa kamu begitu hidup dalam hatiku. Tapi, bolehkah aku menjadi egois? Menginginkan dirimu seutuhnya, berada di sampingku setiap hari? Hidup bersama, hingga memiliki beberapa anak kecil versi mini dari mu dan aku. Indah bukan? Aku, selalu berharap kita di takdirkan oleh semesta begitu juga Tuhan. Semoga. Cr : pinterest © Saulmumz © Saaulmum ⚠️ Saya tidak plagiat dari cerita manapun!

More details
WpActionLinkContent Guidelines